Soal Proyek Puskemas Winong yang 'Lucu', Ini Kata Eni Suhaeni

Soal Proyek Puskemas Winong yang 'Lucu', Ini Kata Eni Suhaeni

INILAH, Cirebon – Proyek pembangunan lantai dua Puskesmas Winong terancam gagal. Padahal, pemenang lelang dan surat perintah kerja (SPK) sudah ada. Bagaimana ini bisa terjadi?

Dihubungi lewat sambungan telepon selulernya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni membenarkan proyek Puskesmas Winong, yang anggarannya tidak ada. Namun, menurutnya, itu bukan kesalahan dinas, tapi ada pengurangan anggaran dari Kemenkes. Aturannya  sendiri keluar saat proses lelang sudah selesai.

“Awalnya anggaran sudah ada. Tapi karena se-Indonesia ada pengurangan dari Kemenkes, otomatis anggaran JKN Puskesmas Winong turun dan tidak sesuai dengan nilai kontrak yang sudah jadi SPK. Ya hanya tersisa Rp170-an juta,” kata Eni, Rabu (5/11/2019).

Eni mengaku sudah melakukan konsultasi kepada ULP, dan akan mengajukan pembatalan SPK. Hal itu tidak menyalahi aturan karena memang kondisinya tidak memungkinkan. Menurutnya, bisa saja dikerjakan dengan nilai uang Rp170 juta seperti yang ada di anggaran puskesmas, namun harus mengubah semua SPK yang nilainya Rp390 juta.

“Tadinya kami akan berikan sisa uang yang ada, namun harus mengubah SPK. Sementara waktunya sudah mepet. Terpaksa kita batalkan SPK-nya supaya tidak ada masalah di kemudian hari,” tukas Eni. (maman suharman)
 

 

Loading...