Mantul, Polisi dan TNI Ungkap Galian C ilegal Seluas 44 Hektare 

Mantul, Polisi dan TNI Ungkap Galian C ilegal Seluas 44 Hektare 
istimewa

INILAH, Cileungsi - Didukung Mabes Polri dan Batalyon Polisi Militer TNI Angkatan Darat  III/I Bogor, Direktorat Jendral Penegakkan Hukum Kementerian Lingkunga  Hidup dan Kehutanan ( Dirtjem Gakkum KLHK) berhasil mengungkap galian C ilegal seluas 44 hektare di Desa Dayeuh, Cileungsi Kabupaten Bogor.

Dalam pengungkapan ini, aparat gabungan mengamankan BS selaku aktor utama lapangan yang melakukan aksi pengrusakan lingkungannya secara terstruktur, sistematis dan masif.

"Selain mengamankan BS di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), kami juga mengamankan bukti 44 unit truk dump truk, 3 unit excavator dan  1 unit buldozer," ucap Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani kepada wartawan di Batalyon POM di Jonggol, Rabu (6/11/2019) malam.

Dia menambahkan pelaku terancam dengan Undang - Undang nomor  32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasal 98 karena melanggar baky mutu air, baku mutu udara ambien, baku mutu air laut afau baku mutu kerusakan lingkungan atay pasal 109 karena tidak memiliki izin lingkungan seperti yang dimaksud pasa pasal 36 ayat 1.

"Pelaku bisa terancam hukuman penjara minumal 3 tahun dan maksimal 10 tahun dan denda minimal Rp 3 miliar atau maksimal 10 miliar. Atau hukuman penjara paling singkat 1 tahun atau palung lama 3 tahun dan denda Rp 1 miliar atau denda maksimal Rp 3 miliar. Pengungkapan kasus ini berlat laporan masyarajat dan dukungan dari Mabes Polro dan Batalyon Polisu Milter TNI Angkatan Darat," tambahnya.

Direktur PPH Dirtjen Gakkum KLHK Sulistyo Triono msnegaskan jajarannya akan meningkatkan upaya pemantauan galain tambang yang dilakukan tanpa izin atau ilegal.

"Kami akan meningkatkan pemantauan usaha tambang ilegal karena merupakan kejahatan lingkungan atau tidak sesuai peruntukannya hingga ke akar atau aktor intelektualnya," tegas Sulistyo. 

Bupati Bogor Ade Yasin yang mendapatkan kabar penegakan usaha galian C ilegal oleh tim gabungan KLHK, Kepolisian dan TNI mengaku bersyukur atas tindakan tegas tersebut.

"Alhamdulillah, semoga penegakan usaha galian C atau tambang lainnya yang tidak memiliki izin di wilayah lainnya ikut ditibdak tegas oleh KLHK, kepolisian dan TNI karena jujur aparat Pemkab Bogor mengalami hambatan," ungkap Ade. (Reza Zurifwan)

Loading...