Warga Demo Minta Perbup Jam Tayang Truk Tambang, Ini Kata Ade Yasin

Warga Demo Minta Perbup Jam Tayang Truk Tambang, Ini Kata Ade Yasin

INILAH, Parungpanjang - Didemonya Pemkab Bogor maupun Pemprov Jawa Barat oleh ratusan  siswa SMAN 1 Parung Panjang, SMK  Bina Pitra Mandiri dan  SMK Wira Buana beserta masyarakat untuk menuntut penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) Bogor tentang jam tayang kendaraan truk tambang maupun jalan khusus tambang dijawab oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

Untuk jam tayang truk tambang, ibu dua orang anak ini mengatakan walaupun draft Perbup tentang tayang truk tambang sudah terbentuk, namun waktunya belum tepat untuk diterbitkan.

“Perbup tentang jam tayang truk tambang belum bisa diterbitkan dalam waktu dekat karena khawatir didemo oleh pekerja tambang yang juga merupakan warga Kabupaten Bogor. Menurut saya solusinya pembangunan jalan khusus tambang,” kata Ade kepada INILAH, Kamis (7/11/2019).

Ia menerangkan Pemkab Bogor sudah mendesak Pemprov Jawa Barat  maupun mencari investor untuk membangun jalan khusus tambang yang panjang jalannya 8,7 km dan berada di Kecamatan Parungpanjang dan Kecamatan Rumpin.

“Kami sudah mencari solusi untuk pembangunan jalan khusus tambang yang sebenarnya kewenangan Pemprov Jawa Barat. Selain sudah menagih janji Gubernur Ridwan Kamil untuk membangun jalan tersebut, kami juga sudah mencari investor yang mau membiayai pembangunan  jalan khusus tambang tersebut," terangnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Sismanto sepakat dengan Bupati Bogor dan Gubernur Jawa Barat yang akan membangun jalan khusus tambang, namun dia menyarankan agar hasil tambang diangkut ke Jakarta dengan kereta api.

“Jaringan rel kereta api kan sudah double track dan kita bisa bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengangkut hasil tambang ke Provinsi Banten atau Pemprov DKI Jakarta. Kita tinggal bangun bangun lahan parkir truk tambang di stasiun yang akan disinggahi hingga langkah ini bisa mengurangi jumlah lalu lintas kendaraan truk tambang dan juga  mengurangi angka kecelakaan lalu lintas," ungkap Rudy.

Terkait masih banyaknya usaha tambang ilegal, politisi Partai Gerindra ini melanjutkan penertiban usaha tambang tak berizin itu tugas Pemprov Jawa Barat atau Pemkab Bogor diberikan kewenangan atau kepanjangan tugas pengawasan untuk menindaknya.

“Wewenang pengawasan dan penindakan tambang ilegal itu tugasnya Pemprov Jawa Barat. Kalau memang tugas tersebut berat, maka Pemkab Bogor bisa dilibatkan sebagai kepanjangan  tangan Gubernur Jawa Barat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat didemo ratusan siswa dan warga, mereka menuntut penerbitan Perbup tentang jam tayanh truk tambang dan pembangunan jalan khusus tambang.

Pasalnya akibat tidak adanya Perbup Bogor tentang jam tayang kendaraan truk tambang, jam operasional truk tidak menentu hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dimana korbannya merupakan SMAN 1 Parungpanjang.

"Luthfi Nurhaifa siswa SMAN 1 Parungpanjang menjadi korban lalu lintas terlindas truk tambang pada pukul 11.00 WIB Jumat (1/11) kemarin, kejadian naas ini karena tidak adanya Perbup Bogor tentang jam tayang truk tambang hingga mereka seenaknya saja jalan. Dalam kesempatan ini kami juga menuntut segera direalisasikan janji Ridwan Kamil yang akan melaksanakan pembangunan jalan khusus tambang," kata Chandra Aji selaku Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Parungpanjang. (Reza Zurifwan)
 

Loading...