Mei Habisi Nyawa Suami, Maret Istrinya Nikah Lagi

Mei Habisi Nyawa Suami, Maret Istrinya Nikah Lagi

INILAH, Jember - Membunuh suami sendiri bukan berarti mengakhiri kehidupan cinta B (45). Perempuan warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur yang menjadi tersangka pembunuhan Surono bersama sang anak lelaki berinisial Bhr justru menikah lagi setelah sang suami mati.

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal, Kamis (7/11/2019). B dan Bhr membunuh dan menguburkan mayat Surono di bagian belakang rumah mereka pada Maret 2019.

"Setelah pembunuhan itu, B menikah siri dengan pria berinisial J pada akhir Mei 2019," katanya, pernikahan itu disaksikan Bhr.

J sendiri saat dimintai keterangan polisi mengaku tidak tahu jika ada pembunuhan tersebut.

"J juga tidak tahu ada jasad dalam rumah. Sejak Mei hingga Oktober 2019, mereka hidup seperti layaknya orang berumah tangga. Namun 15 hari sebelum kejadian (pembunuhan) ini terungkap, mereka sudah berpisah dan menjalankan hidup masing-masing," kata Alfian.

Namun bukan hanya B yang punya hubungan asmara. Saat masih hidup, ternyata Surono juga memiliki hubungan emosional dengan perempuan berinisial I. Inilah rupanya yang membuat B marah. I mengakui jika ada hubungan emosional dengan Surono. Namun ternyata dia juga mengenal dekat B, istri Surono.

Kompleksitas hubungan asmara dan ambisi Bhr menguasai harta warisan, membuat Surono mengakhiri hidup di ujung linggis, pada Maret lalu. Bhr tahu sang ayah punya banyak uang dari hasil kebun kopi. Maka saat tidur, wajah sang ayah dihajar linggis oleh Bhr. Mayatnya pun dikuburkan dalam tanah di bawah lantai musala dekat dapur rumah. Kasus pembunuhan ini baru terungkap, setelah polisi membongkar kuburan itu pada 3 November 2019.

Terbongkarnya kasus ini salah satunya berkat laporan Kepala Dusun Juroju Misri alias Pak Edi. Ia mendapat cerita dari Bhr soal kematian Surono, dan melaporkannya kepada kepolisian. [beritajatim]

Loading...