Kasus Akumobil, Polisi Sebut Ada Kemungkinan Tersangka Baru

Kasus Akumobil, Polisi Sebut Ada Kemungkinan Tersangka Baru

INILAH, Bandung - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung terus melakukan penyelidikan atas kasus dugaan penipuan akumobil. Satu diantaranya mencari tersangka baru atas kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Kamis (7/11/2019).

"Kita sudah tetapkan satu tersangka atas nama BR (Dirut Akumobil), kemungkinan tersangka lainnya akan ada," ucap Rifai.

Rifai mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengembangan atas kasus akumobil. Bahkan sejumlah fakta baru terkait kasus ini ditemukan dalam proses penyidikan. 

"Sekarang kita lagi penyidikan dan penyelidikan atas laporan para konsumen, ada tiga laporan yang kita tindaklanjuti sehingga kita bisa menetapkan tersangka," ujar Rifai.

Rifai menyebutkan sejumlah aset dari tersangka BR telah diamankan. Diantaranya kendaraan roda empat dan roda dua mewah.

"Roda empat ada tujuh unit, sementara roda dua motor besar itu sebanyak empat unit," tuturnya.

Selain aset bergerak, sejumlah furniture pun turut diamankan polisi. Namun, disinggung terkait aset berupa tanah, pihaknya belum menemukan adanya pembelian tanah atas nama BJB sejauh ini.

"Kita juga melakukan penyitaan terhadap furniture yang dibeli dengan menggunakan dana konsumen, kemudian alat lain yang kita sita. Sementara kita belum temukan adanya aliran dana untuk membeli aset berupa tanah," ujar Rifai.

Lebih lanjut, Rifai menegaskan pihaknya akan melakukan pendeteksian aset-aset yang ada kaitannya dengan kasus akumobil. Bahkan, hingga diluar Kota Bandung.

"Kita masih mendalami karena banyak rekening korban yang kita pelajari. Lebih dari 10 miliar lah. Kita dalam bulan ini akan melakukan penyitaan juga kita akan berangkat ke luar kota untuk ini. Empat mobil ada disini (Kota Bandung) tapi di luar kota juga ada," tegas Rifai.

Saat disinggung terkait proses mediasi, Rifai menambahkan pihaknya mempersilakan upaya mediasi yang dilakukan oleh konsumen. Namun, untuk proses hukum dipastikan akan terus berlanjut.

"Silahkan (mediasi), kita melakukan penyidikan bersadarkan itu (KUHP) jadi tidak berkaitan dengan mediasi yang diajukan oleh para konsumen," ujarnya.

Atas dugaan kasus tersebut, Rifai menambahkan, tersangka BJB dapat dijerat pasal Pasal 378 dan 371 dengan ancaman hukuman diatas lima tahun. (Ridwan Abdul Malik)

Loading...