Kemenhub Siapkan Dana Rp56,6 Miliar untuk Kompensasi Rel Ganda

Kemenhub Siapkan Dana Rp56,6 Miliar untuk Kompensasi Rel Ganda
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Kabar baik bagi warga yang terkena proyek pembangunan jalur rel ganda di Bogor-Sukabumi. Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan akan melakukan pembayaran kompensasi bagi ribuan warga itu pada Desember tahun ini.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Achyar Pasaribu menutukan, Kemenhub menyiapkan anggaran kompensasi sebesar Rp56,6 miliar untuk 2.117 pemilik bangunan yang berada di atas lahan PT KAI mulai dari Stasiun Maseng Kabupaten Bogor hingga Stasiun Paledang Kota Bogor. Bangunan yang terdampak meliputi rumah, sekolah, madrasah, pos polisi, pos yandu, rumah makan, toko, dan jenis tempat usaha lainnya.

Pembayaran kompensasi tersebut sebagai pengganti uang pembongkaran, sewa rumah selama setahun, dan mobilisasi barang-barang. Selain itu, apabila rumahnya dijadikan tempat usaha, mereka juga akan mendapat biaya kehilangan pendapatan apabila rumahnya dijadikan tempat usaha.

"Yang menerima uang kerohiman bangunan itu bagi mereka yang tinggal selama lebih dari 10 tahun," kata Achyar, Kamis (7/11/2019) sore.

Dia mengatakan, tim appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) saat ini melakukan proses penilaian bangunan. Setelah itu, hasilnya dikoordinasikan ke tim Pemprov Jabar. Pembayaran uang kerohiman baru bisa dilakukan apabila nilai taksiran masing-masing bangunan sudah disetujui Pemprov Jabar.

"Untuk penyaluran uang kerohiman di wilayah Bogor pada tahap 2 itu targetnya bulan Desember. Sedangkan, kompensasi tahap 1 untuk wilayah Sukabumi sudah dibayar bulan Agustus," ujarnya.

Dia menerangkan, apabila kompensasi ganti rugi sudah selesai maka tahap selanjutnya dilakukan penertiban bangunan yang direncanakan awal 2020 mendatang.

"Setelah itu, akan dilanjutkan pembangunan fisik jalur ganda mulai dari Stasiun Maseng hingga Stasiun Paledang," tambahnya.

Sementara itu, warga terdampak proyek jalur ganda Bogor-Sukabumi di Kelurahan Cipaku, Minah mengaku dirinya masih belum mendapat kabar kapan uang kerohiman akan dicairkan. Warga menyatakan siap pindah apabila telah mendapat dana tersebut.

"Kalau saya sih kalau sudah dapet uang bisa saja langsung pun pindah. Sekarang uangnya belum dapet kita mau ngontrak pake apa?," ucap Minah.

Warga terdampak lainnya di Kelurahan Empang, Lukman menuturkan pihaknya meminta pencairan uang kerohiman tepat sasaran. Hal ini untuk mencegah pemotongan dana yang dilakukan oleh pihak bertanggung jawab.

"Harus dikasihin langsung ke orangnya jangan lewat siapa pun. Dan harus transparan dapetnya berapa," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, berdasarkan kegiatan verifikasi dan validasi pendataan jumlah warga terdampak yakni Kelurahan Paledang sebanyak 109 bidang, Kelurahan Gudang 66 bidang, Kelurahan Bondongan 80 bidang, Kelurahan Empang 802 bidang, Kelurahan Batutulis 369 bidang, Kelurahan Lawang Gintung 21 bidang, Kelurahan Cipaku 557 bidang, Kelurahan Kertamaya 96 bidang, Kelurahan Genteng 38 bidang, dan Desa Cibalung 37 bidang. (Rizki Mauludi)

Loading...