Unpad Kukuhkan Dua Guru Besar di Bidang Sastra dan Linguistik

Unpad Kukuhkan Dua Guru Besar di Bidang Sastra dan Linguistik
Antara

INILAH, Bandung - Jumat (8/11/2019) ini, Universitas Padjadjaran (Unpad) mengukuhkan dua guru besarnya. Mereka yakni Prof Aquarini Priyatna dalam bidang ilmu sastra dan gender serta Prof Eva Tuckyta Sari sebagai guru besar dalam bidang ilmu linguistik.

Rektor Unpad Rini Indiastuti berharap gelar baru yang disematkan kepada Aquarini dan Eva itu bisa bermanfaat bagi ranah pendidikan maupun bagi masyarakat luas.

"Pengukuhan ini sesuai dengan keputusan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi," kata Rini.

Keduanya menyampaikan orasi ilmiah tentang penelitian masing-masing di hadapan guru besar Unpad lainnya serta dekan dan wakil dekan setiap fakultas di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung.

Dalam orasi ilmiahnya, Aquarini menyampaikan inti dari berbagai penelitian tentang autobiografi atau narasi mengenai hidup yang telah ia lakukan selama berkiprah di kajian gender.

"Setelah saya mulai ajeg berkiprah di kajian gender, ketertarikan saya akan hidup dan narasi mengenai hidup semakin menjadi. Dan narasi mengenai hidup perempuan menghadapkan saya pada kompleksitas dan kelindan berbagai nilai sosial, budaya, dan ekonomi," kata Aquarini.

Menurutnya, bergosip mengenai selebritas atau membaca riwayat hidup seseorang sebelum melihat karyanya adalah hal yang dapat menunjukkan secara lebih jujur siapa kita. 

"Narasi mengenai hidup perempuan, terutama yang ditulis perempuan, juga memberikan artikulasi bagi hidup dan cara hidup perempuan yang seringkali dianggap sekunder dan marjinal," katanya.

Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya Eva menyatakan bahasa memiliki peran penting dalam menginformasikan dan mempromosikan pariwisata Indonesia. Provinsi Jabar menurutnya merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata hampir di setiap kabupaten.

"Sebagai pengetahuan dasar dalam berkomunikasi, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai media yang menghubungkan para wisatawan dan penduduk lokal, tetapi juga sebagai alat promosi untuk bisa mendatangkan wisatawan lainnya," kata Eva. (Antara)

Loading...