Jabar Jadi Kantong Terbesar Penderita Bibir Sumbing

Jabar Jadi Kantong Terbesar Penderita Bibir Sumbing
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Badan amal internasional Smile Train Indonesia fokus pada penanganan masalah bibir sumbing. Program Director and Country Manager Smile Train Indonesia Deasy Larasati menuturkan, hasil inventarisasi menyebutkan di Indonesia ini setiap tahunnya terdapat lebih dari 9.000 anak mengalami kelainan atau sumbing pada bibir dan celah langit-langit.

"Lembaga kami, selama ini consern untuk membantu menanggulangi problem tersebut. Salah satunya, dengan membantu memfasilitasi supaya penderita sumbing bisa mendapat tindakan operasi. Tentunya, itu gratis," ujar Deasy di Purwakarta, Minggu (10/11/2019).

Dia menjelaskan, selama ini Jabar menjadi salah satu kantong penderita bibir sumbing terbanyak. Terhitung sejak 2002 hingga kini pihaknya membantu sekitar 18 ribu pasien penderita bibir sumbing untuk mendapatkan tindakan operasi.

“Penyebab bibir sumbing itu multifaktor. Sampai saat ini, belum ditemukan penyebab pastinya. Namun, kebanyakan itu faktor keturunan,” jelas dia.

Pihaknya menuturkan, hingga kini Smile Train Indonesia telah membantu pengobatan sedikitnya 85 ribu anak-anak di Nusantara yang mengalami bibir sumbing. Menurutnya, sampai saat ini masih banyak anak-anak penderita bibir sumbing yang membutuhkan bantuan. Sehingga, ini menjadi ikhtiar lembaganya untuk turut membantu meminimalisasi jumlah penderita sumbing tersebut.

“Kita menggandeng beberapa donatur. Salah satunya ABHATI Group,” tambah dia.

Dalam hal ini, sambung dia, lembaganya turut bermitra dengan sedikitnya 85 rumah sakit yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Termasuk, kerjasama dengan 300 dokter ahli bedah. Dengan upaya ini diharapkan, bisa mengembalikan senyuman anak-anak yang menderita sumbing. (Asep Mulyana)

Loading...