Hari Pahlawan, KPU Bogor Ziarahi Makam Pahlawan Demokrasi

Hari Pahlawan, KPU Bogor Ziarahi Makam Pahlawan Demokrasi
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Di Hari Pahlawan ini, KPU Kabupaten Bogor menziarahi makam pahlawan demokrasi. Seperti diketahui pada Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu 28 penyelenggara pemilu gugur dalam menjalankan tugas mulianya.

Minggu (10/11/2019) pagi, setelah melaksanakan upacara bendera Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni dan Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kabupaten Bogor Herry Setiawan mendatangi makam almarhum  Heru alias Otong (55 tahun) di Kampung Pasir Bagade RT 01 RW 02 Desa Pasir Desa Nagrak, Sukaraja kedatangan mereka untuk menyerahkan sertifikat penghargaan pahlawan demokrasi dari KPU RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kedatangan kami selain untuk mendoakan almarhum Heru juga untuk memastikan sampainya uang santunan sebesar Rp121 juta dari KPU RI, Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Bogor dan menyerahkan sertifikat penghargaan," ucap Ummi kepada wartawan.

Dia menambahkan, almarhum Heru adalah petugas pelindung masyarakat yang pada saat Pilpres dan Pileg menyiapkan dan menjaga logistik pemilu di TPS 31 Desa Nagrak.

"Almarhum Heru ini salah satu penyelenggara Pilpres dan Pileg di TPS 31 Desa Nagrak. Kakek empat orang cucu ini menggalami sakit mag atau kecapekan hingga jatuh sakit sehari setelah pemilu dan meninggal dunia di RSUD Ciawi empat hari pasca pencoblosan atau tepatnya Senin (21/4)," tambahnya.

Dede Subiantoro (38 tahun) selaku Ketua TPPS 31 Desa Nagrak, Sukaraja menuturkan almarhum Heru adalah sosok pekerja keras dan bertanggung jawab. Selama 3 hari dia bekerja mulai dari menyiapkan logistik pemilu, mengamankan ketika waktu pencoblosan, menghitung hasil pemilihan dan mengamankan kotak suara.

"Memang saat itu Pilpres dan Pileg menyedot pikiran, stamina dan emosi para penyelenggara. Almarhum Heru ini memang kelihatan pucet tetapi ketika saya suruh pulang untuk istirahat dia tak mau karena ia ingin bertanggung jawab terhadap tugas - tugasnya," tutur Dede.

Ia dan jajaran penyelenggara TPS 31 lainnya mengaku menyesal tidak sempat menjenguk almarhum Heru di RSUD Ciawi,  hal itu karena masih bertugas mengamankan kotak suara untuk pemilihan legislatif.

"Yang saya sesali itu satu, tidak sempat menjenguk almarhum Heru saat dirawat di RSUD Ciawi. Kami tak menyangka sakit mag dan kelelahan bisa menyebabkan korban meninggal dunia," sambungnya.

Ai (50 tahun) istri Almarhum Heru mengucapkan banyak terima kasih atas penghargaan dan uang santunan yang diberikan oleh KPU RI, Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Bogor hingga uang tersebut bermanfaat bagi ia dan dua orang anaknya.

"Terima kasih atas uang santunan dan penghargaannya atas kerja yang dikerjakan oleh almarhum suami saya, semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT," ucap Ai. (Reza Zurifwan)

Loading...