APBD 2020 Kota Bogor Masih Defisit Rp150 Miliar

APBD 2020 Kota Bogor Masih Defisit Rp150 Miliar
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, APBD tahun 2020 saat ini masih defisit Rp150 miliar. Terkait hal itu, dia mengakui Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan instruksi tiga program prioritas yaitu peningkatan kualitas hidup manusia, infrasturktur, dan reformasi birokrasi. 

"Program prioritas itu bagian wujud dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) karena itu pasti kami lakukan rasionalisasi anggaran yang tidak sesuai," kata Ade di sela peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55, Minggu (10/11/2019).

Dia menyebutkan, rasionalisasi sebagian kegiatan dilakukan Bappeda Kota Bogor. Namun, hingga saat ini dirinya masih melihat struktur anggaran. Ada pembahasan karena ada kekurangan ketika membandingkan pengeluaran dan pendapatan.

"Ya Rp150 miliar untuk selisihnya, kurang lebih segitu. Kemarin kan (defisit) Rp300 miliar," tambahnya.

Agar pemasukan dan pengeluaran itu seimbang, Ade akan melakukan rasionalisasi meliputi belanja langsung maupun tidak langsung. 

"Untuk pokir tidak dipangkas, mekanismenya disederhanakan. Disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan disinergikan dengan program dari pemerintah. Apakah nyambung dengan RPJMD atau tiga program prioritas tadi," terang Ade.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PDIP Atty Somaddikarya mengatakan pokir tidak perlu dipangkas. Namun, akan lebih baik dihilangkan jika tidak menabrak regulasi. Dengan catatan, hal itu tidak menimbulkan Silpa setiap tahunnya. 

"Kalau masih ada Silpa di atas Rp200 miliar sampai Rp300 miliar, artinya ada program yang tak terukur dan tak terencana dengan baik," ujarnya. (Rizki Mauludi)

Loading...