Hiii...Ular Bangkai Laut 3 Meter Ditangkap Warga Cibinong

Hiii...Ular Bangkai Laut 3 Meter Ditangkap Warga Cibinong

INILAH, Cibinong – Ular bangkai laut yang sehari-hari menunggu atau tinggal di pohon mangga ditangkap warga di Kampung Kaum Pandak, RT 04 RW 09 Kelurahan Keradenan, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Yusuf (55), pemilik rumah mengakui Senin (11/11/2019) pagi saat dirinya sedang menyapu halaman rumah melihat ular bangkai laut berada di atas pohon mangganya. Ia pun segera mengambil galah bambu untuk menangkap ular berbisa yang berbahaya tersebut.

"Ular bangkai laut ini tadinya ada sepasang dan yang satu ekor dulu sudah saya tangkap dan dibuang ke pinggir Sungai Ciliwung. Setelah lama saya incar akhirnya yang satu ekor lagi berhasil saya tangkap diatas pohon mangga," ucap Yusuf.

Pria asli Betawi ini menerangkan saat ini ular yang memiliki panjang kurang lebih tiga meter ini sudah diamankan di dalam kotak makanan. Ia akan menyerahkan ular tersebut kepada siapa saja yang mau memeliharanya.

“Ular bangkai laut ini tidak saya jual dan kalau ada yang mau memelihara akan saya kasih begitu saja. Bagi saya ini berita bagus karena semenjak ular itu menunggu atau tinggal di pohon mangga, tidak ada yang berani menaiki pohon tersebut untuk memanen  buahnya,” terangnya.

Polisi hutan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSD) Wilayah I Jawa Barat Sudrajat menjelaskan bahwa ular bangkai laut dikenal juga dengan sebutan viper hijau dan memiliki nama ilmiah Trimeresurus Albolabris.

"Ular bangkai laut termasuk ular yang agresif. Apabila merasa terganggu ia akan menggigit. Ular ini memiliki bisa yang berbahaya yang disuntikkan ke tubuh korbannya melalui sepasang taring besar melengkung yang beralur di tengahnya hingga bisa menyebabkan korbannya meninggal dunia apabila tidak ada tindakan antisipasi. Meski demikian, tidak semua gigitan ular disertai dengan pengeluaran bisa. Gigitan kering yang bersifat refleks atau peringatan, biasanya tidak disertai bisa dan karenanya tidak membahayakan,” jelas Sudrajat.

Pria asli Banten ini melanjutkan ular bangkai lait yang aktif di malam hari (nokturnal) ini bukan termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah baik itu menurut  Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2, Keputusan Menteri Pertanian tanggal 14 Februari 1973 No. 66/ Kpts /Um/2/1973 atau peraturan lainnya.

“Hewan atau satwa ular bangkai laut ini memang tidak dilindungi tetapi bukan satwa yang dianjurkan untuk menjadi hewan atau satwa peliharaan karena bisanya yang sangat berbahaya, silahkan diserahkan ke Kantor BBKSDA agar nanti kita kembalikan ke hutan,” lanjutnya. (reza zurifwan)
 

Loading...