Rektor Unpad Kukuhkan Dua Guru Besar Baru FPIK dan FMIPA

Rektor Unpad Kukuhkan Dua Guru Besar Baru FPIK dan FMIPA
istimewa

INILAH, Bandung - Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Rina Indiastuti mengukuhkan dua guru besar baru Unpad dalam Prosesi Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Jabatan Guru Besar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Senin (11/11/2019).

Dua guru besar baru tersebut adalah Prof Dr Zuzy Anna dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (PIK) dan Prof Dr Yudi Rosandi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Zuzy dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu Ekonomi Sumber Daya Perikanan dan Kebijakan Sumber Daya Perikanan. Pada kesempatan tersebut, Zuzy membacakan orasi ilmiah berjudul “Pemanfaatan Model Bio-Ekonomi dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan yang Berkelanjutan.”

Dia menjelaskan, model bio-ekonomi perikanan sebagaimana juga model-model lain yang dihasilkan dalam kerangka sains adalah respresentasi dari dunia nyata.  Model tersebut dianggap lebih multidimensi dan komprehensif, serta mengakomodasikan kepentingan sosial dan ekonomi pelaku perikanan (fish for man), disamping tetap mempertahankan keberlanjutan sumber daya ikan (fish for fish).

“Penggunaan model yang lebih multi dimensi, dianggap lebih dapat diandalkan dan lebih rasional. Kebijakan yang dihasilkan dari studi bio-ekonomi akan menghasilkan perikanan yang efisien dan optimal,” ujar Zuzy.

Sementara itu, Yudi dikukuhkan dalam bidang ilmu Komputasi Fisik itu membacakan orasi ilmiah berjudul “A Glance into the World of Atoms.”

Dalam paparannya, metode berbasis partikel seperti dinamika molekuler membuka kemungkinan untuk melakukan pemodelan dalam hal yang sangat krusial seperti dalam ilmu kesehatan. Dalam bidang ini metode MD telah digunakan untuk mempelajari interaksi antar molekul dengan protein, penemuan obat baru (drug discovery), dan mempelajari serta menemukan cara penyebaran substansi obat (drug delivery).

“Bidang-bidang riset yang saya ambil sebagai contoh ini memerlukan pendekatan multidisiplin, sehingga kerjasama antar ilmu adalah suatu hal yang mutlak harus dilakukan,” tutur Yudi.

Dalam skala makroskopik, simulasi berbasis partikel dapat dikembangkan untuk kasus-kasus pergerakan materi yang lebih besar, seperti gerakan fluida dan gerakan tanah. Semua ini dapat dianalisis secara detail melalui perangkat komputer, selama model matematis yang fundamental dari kasus yang dihadapi dapat diketahui. (Okky Adiana)

Loading...