Tersambar KA, Pelajar Asal Purwakarta Tewas Mengenaskan

Tersambar KA, Pelajar Asal Purwakarta Tewas Mengenaskan
ilustrasi/net

INILAH, Purwakarta - Seorang pelajar, warga Perum Bumi Jaya Indah (BJI), Kelurahan Munjul Jaya, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta ditemukan terkapar dengan kondisi mengenaskan di samping perlintasan kereta api sekitar yang masuk wilayah Kelurahan Ciseureuh, Senin (11/11/2019).

Dari beberapa anggota tubuhnya, terdapat luka menganga. Bahkan, kepala pecah akibat benturan benda keras. Menurut warga sekitar, pelajar yang diketahui bernama Fahrijal Mulidan (13) itu diketahui merupakan salah seorang pelajar di salah satu sekolah di Kecamatan Plered.

Informasi yang diperoleh INILAH, pelajar tersebut hendak menyeberang perlintasan kereta api di sekitar Perum Panorama Indah. 

Namun nahas, saat pelajar tersebut melintas persis di perlintasan KA itu melaju KA Argo Parahyangan dari Bandung ke Jakarta. Alhasil, pelajar itu pun terpental.

Warga setempat, Asep Supiandi (44) menuturkan peristiwa nahas yang menimpa pelajar tersebut diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, hampir seluruh warga mendengar bunyi klakson tak biasa dari kereta yang biasa melintas pagi hari.

"Tak berselang lama, warga riuh karena ada kabar seorang pelajar terserempet KA yang tadi melintas. Warga pun berhamburan ke lokasi kejadian," ujar Asep kepada wartawan.

Saat warga ke lokasi kejadian, pelajar tersebut sudah tergeletak tak jauh dari bantalan rel kereta dengan kondisi mengenaskan. Warga semakin yakin jika anak tersebut adalah seorang pelajar karena di lokasi kejadian juga ditemukan tas ransel dan sepasang sandal.

"Saat itu juga, kami langsung menghubungi pihak berwenang. Untuk jasad korban saat itu juga langsung dievakuasi ke RSUD Bayu Asih," jelas dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian membenarkan jika ada seorang remaja yang tersambar kereta api. Saat itu juga, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian.

"Kami sudah evakuasi korban ke RS Bayu Asih. Kabarnya, tadi sudah dibawa oleh pihak keluarga," ujarnya singkat. (Asep Mulyana)

Loading...