Kerja Sama Jabar Cina Harus Saling Menguntungkan

Kerja Sama Jabar Cina Harus Saling Menguntungkan
foto: INILAH/Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap kerjasama Cina dengan Indonesia, khususnya dengan Jawa Barat kian erat. Hal tersebut melalui berbagai kolaborasi dan komunikasi yang lebih baik, sehingga akan lebih saling menguntungkan. 

Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil dalam 12th China-Asean Conference yang diselenggarakan di Kota Baru Parahyangan, Senin (11/11/2019).

"Kolaborasi ini penting, harus banyak dialog. Hubungan dagang memang penting, tapi jangan sampai terjadi salah persepsi," ujar Ridwan Kamil. 

Emil -sapaan Ridwan Kamil- menilai, saat ini merupakan abadnya benuar Asia untuk mengambil alih peradaban dan perekonimian. Di mana sebelumnya kedua hal tersebut dikuasai penuh oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika. 

Karena itu, dia menyampaikan, dengan forum atau konferensi antarnegara semacam ini, dapat memperkuat perekonomian Asia, khususnya Jawa Barat.

"Asia bangsa besar harus banyak forum-forum seperti ini. Tadi dibahas, dalam setahun ada 1.500 pertemuan seperti ini, sudah sangat bagus. Mengindikasikan kita ingin maju bersama," katanya. 

Emil juga mengaku sangat berbahagia karena 12th China-Asean Conference berhasil dilobi untuk dilaksanakan di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Bandung Barat.

"Mereka (perwakilan negara-negara Asean dan Cina) sangat senang karena punya sejarah, bahwa kolaborasi orang Asia dan Afrika, khususnya Asia ada di sini. Makanya mereka selalu mengutip Dasasila Bandung," katanya.

Lebih lanjut, dia mengaku, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan generasi penerus atau generasi milenial di Jabar supaya bisa beradaptasi dan memanfaatkan revolusi industri 4.0. Di antaranya dengan mempersiapkan keterampilan di bidang digital. Hal tersebut sebagai salah satu  upaya pemajuan di bidang ekonomi. 

Emil mencontohkan, jika Cina berinvestasi di Jawa Barat, jangan sampai ada salah persepsi seolah Cina mengambil lapangan pekerjaan di Jawa Barat. Hal seperti ini perlu diluruskan oleh pemerintah setempat dan dipertegas oleh pihak Cina.

"Kemudian harus fair trade, bisnis saling menguntungkan. Semua datang, jangan jadi buruk sangka. Saya sampaikan semua sekarang optimis," pungkasnya. (Riantonurdiansyah) 

 

Loading...