Gara-gara Merpati, Pembunuh Anton Dituntut 15 Tahun

Gara-gara Merpati, Pembunuh Anton Dituntut 15 Tahun

INILAH, Bandung- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung menuntut Irfan Ramdhani (28) hukuman penjara 15 tahun. Dia didakwa pasal pembunuhan berencana, setelah menusuk leher Anton (30).

Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan kasus dugaan pembunuhan di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (12/11/2019). 

Dalam amar tuntutannya JPU Lucky Afgani menyatakan terdakwa terbukti secara sah secara sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan terlebih dulu, sebagaimana dakwaan pertama pasal 340 KUHPidana.

"Memohon majelis yang menangani perkara ini, menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dikurangi masa penahanan," ujarnya. 

Untuk hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Meringankan bersikap sopan dan mengakui perbuatannya. 

Dalam uraiannya Lucky menyebutkan perbuatan terdakwa berawal saat teman korban bernama Agus Firmansyah bertemu dengan terdakwa pada awal Agustus 2029 di kawasan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Saat itu, terdakwa menuduh Agus mencuri burung merpatinya dan memukulinya.

Agus kemudian bertemu dengan korban dan menceritakan kejadian yang dia alami. Kepada Anton, Agus bercerita ia dituduh mencuri merpati, lalu dipukuli secara tiba-tiba. Anton dan Agus kemudian mendatangi terdakwa untuk menyelesaikan permasalahan. Masalah sudah selesai, terdajkwa dan Agus kemudian bersalaman.

"Tapi terdakwa justru pulang ke rumah dan keluar lagi sambil membawa belati. Lalu menyerang korban dengan belati. Terdakwa menusukkan belati ke leher korban Anton," tuturnya.

Darah terus keluar dari leher korban. Anton pun lantas dibawa ke klinik yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Immanuel, Bandung. Namun, saat dibawa ke Immanuel, nyawa Anton sudah tak tertolong. (Ahmad Sayuti)

Loading...