Tagih Utang Proyek, Kontraktor Ditembak Koboy di Kabupaten Majalengka

Tagih Utang Proyek, Kontraktor Ditembak Koboy di Kabupaten Majalengka

INILAH, Bandung - Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) berinisial IN di Kabupaten Majalengka melalukan penembakan terhadap seorang kontraktor. Diduga, sang abdi negara itu merupakan anak orang nomor satu di Kabupaten Majalengka.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi koboy anak bupati Majalengka itu berawal saat korban Panji Pamungkasandi menagih biaya proyek yang sudah diselesaikan pada April 2019 lalu. Entah apa yang terjadi pada saat itu, IN pun melakukan penembakan terhadap Panji, Minggu (10/11/2019). Akibat kejadian itu, Panji mengalami luka pada tangan sebelah kiri.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andhiko pun membenarkan kejadian tersebut. Kasus ini pun, lanjut Truno, sedang ditangani Polres Majalengka.

"Ya, kita membenarkan adanya insiden itu. Sudah proses penyelidikan di Polres Majalengka," ucap Trunoyudo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (12/11/2019).

Secara terpisah, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono membenarkan bahwa sang koboy berinisial IN itu merupakan PNS di Pemkab Majalengka. Selain itu, IN merupakan anak kandung dari orang nomor satu di Kabupaten Majalengka.

"Iya itu anak keduanya (Bupati Majalengka)," ucap Kapolres Majalengka AKBP Mariyono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Mariyono pun memastikan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut dengan seadil-adilnya walaupun si koboy (IN) merupakan putra mahkota dari sang bupati.

"Perkembangan selanjutnya nanti dikabarin. Kita menegakkan hukum seadil-adilnya," tegas Mariyono.

Sementara itu, Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah mengungkapkan duit Rp500 juta yang ditagih panji tersebut sudah dibayarkan IN. Namun, polisi belum mengetahui motif IN menembak meski utang sudah dibayar.

"Sudah dibayarkan, sudah dikasihkan dan terjadi penembakan. Itu yang masih dalam proses penyidikan," ujar Hidayatullah.

Hidayatullah menuturkan, polisi sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap IN. Kendati demikian, Polisi belum melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap IN yang menjabat sebagai Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Majalengka.

"Kita masih menunggu bukti-bukti dan petunjuk lain. Belum penangkapan, kita masih melakukan penyidikan. Nanti hasil gelar perkara akan disampaikan," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)

Loading...