Mantan Presiden Bolivia Ditawari Suaka di Meksiko

Mantan Presiden Bolivia Ditawari Suaka di Meksiko
Foto: Net

INILAH, Kota Meksiko – Meksiko telah menawarkan suaka kepada mantan Presiden Bolivia Evo Morales, sehari setelah ia mengundurkan diri dari jabatannya menyusul aksi unjuk rasa berminggu-minggu yang memprotes hasil pemilu presiden.

Meksiko menyatakan bahwa keputusan itu diambil untuk "alasan kemanusiaan" atas permintaan Morales. Demikian BBC melaporkan, Selasa (12/11/2019).

Morales sendiri belum memberikan komentar apapun. Sebelumnya, ia mendesak para pendukungnya untuk melawan "kekuatan gelap" yang memaksanya mundur.

Sekitar 20 orang dilaporkan terluka setelah para pendukungnya bentrok dengan polisi.

Morales, pemimpin Bolivia pertama yang berasal dari suku setempat, mengundurkan diri setelah kepala angkatan bersenjata secara terbuka memintanya melepaskan jabatan presiden.

Wakil ketua Senat mengatakan bahwa ia akan menduduki jabatan pelaksana tugas presiden hingga pemilihan presiden yang baru diselenggarakan.

Morales, mantan petani koka, pertama kali terpilih sebagai presiden pada tahun 2006.

Ia menerima banyak pujian atas upayanya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan perekonomian Bolivia, namun ia juga memantik kontroversi dengan melanggar batas masa jabatan presiden yang diatur konstitusi untuk maju keempat kalinya pada pilpres bulan Oktober lalu, yang diduga marak diwarnai kecurangan.

Kritik terbesar bagi Evo Morales adalah kurangnya rasa hormat dirinya terhadap demokrasi Bolivia--dituduh melebihi masa jabatannya dan menolak untuk mundur.

Tetapi fakta bahwa pihak militer mengambil langkah untuk meminta agar presiden mundur juga tidak membantu proses demokrasi Bolivia.

Kini setelah Evo Morales pergi, muncul kekosongan kekuasaan. Semakin banyak anggota partainya yang juga mengundurkan diri, dan rasanya timbul keinginan untuk sebuah pembalasan - baik bagi Evo Morales maupun orang-orangnya untuk menebus semua kesalahan yang mereka perbuat saat masih berkuasa.

Pendukung Morales menyebut mundurnya Morales sebagai upaya kudeta, sementara penentangnya menyebut itu sebagai akhir sebuah tirani.

Prioritasnya kini adalah untuk memilih pemimpin sementara, menggelar pemilu presiden yang baru dan menyatukan kembali masyarakat Bolivia yang terbelah atau justru menghadapi lebih banyak aksi demonstrasi dan kekerasan selama minggu-minggu ke depan. (INILAHCOM)

Loading...