Bima Arya Minta Proyek Kolam Retensi Dikebut

Bima Arya Minta Proyek Kolam Retensi Dikebut
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan kolam retensi Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (12/11/2019). Wali Kota Bogor ini meminta pembangunan dikebut untuk mengejar deviasi minus enam persen akibat cuaca hujan.

Bima Arya mengatakan, proyek kolam retensi Tanah Baru merupakan bantuan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp10 miliar. Sementara itu nilai proyeknya kurang lebih hampir Rp9 miliar, berfungsi untuk mengelola volume air supaya tidak banjir di beberapa titik wilayah Bogor Utara.

"Selama ini ada air aliran sungai yang bentrok. Kolam ini untuk mengurangi volume air yang mengalir ke Jakarta. Direncanakan air yang akan ditahan di kolam mencapai 16.000 sampai 21.000 kubik," ungkapnya.

Bima menjelaskan, kolam retensi bukan hanya mencegah banjir. Berdasarkan laporan, pembangunan kolam sudah 47 persen. Memang masih ada deviasi sekitar enam persen dari target.

"Agar tepat waktu, saya minta pengawas terus monitor. Camat dan lurah juga mengawasi agar kegiatan selesai tepat waktu," katanya.

Bima membeberkan, di wilayah Tanah Baru ada dua aliran sungai yang akan ditarik ke kolam retensi, untuk selanjutnya dialirkan saat dipastikan tidak berdampak besar pada banjir.

"Deadline pembangunannya akhir Desember. Jadi awal tahun bisa beroperasi. Januari itu curah hujan sedang tinggi-tingginya," bebernya.

Bima menegaskan, tersendatnya proyek akibat ada persoalan cuaca. Pemerintah berkoordinasi dengan warga supaya pengerjaannya bias dilakukan selama 24 jam.

"Setelah tutnas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membuat ruang terbuka hijau. Jadi ada aspek wisatanya," paparnya.

Proyek Manager kolam retensi Tanah Baru Kuswandi mengatakan, deviasi enam persen terjadi akibat kendala teknis. Misalnya musim hujan dan tanah rawan sehingga harus ada penyesuaian alat berat.

"Kami optimistis bisa terkejar. Saat ini pengerjaannya pemancangan dan pengerukan tanah. Tinggal pengangkutan tanah dan poin utama tiang pancang. Kalau tiang pancang selesai, semua bisa berjalan," tegasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...