Camat Lurah Harus Berkantor di Proyek Pedestrian Suryakencana

Camat Lurah Harus Berkantor di Proyek Pedestrian Suryakencana
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau pembangunan pedestrian Jalan Suryakencana, Senin (11/11/2019). Dia meminta pekerja di proyek ditambah agar pengerjaan sesuai waktu kontrak.

Dalam sidaknya, Bima didampingi Kadis PUPR Chusnul Rozaki, Kadis UMKM Annas Rasmana, Camat Bogor Tengah Agustiansyah, unsur PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), serta pihak kontraktor pelaksana PT Pulau Ansor Biru. 

Bima Arya mengatakan, sidak dilakukan untuk mengetahui detail dan kepastian tenggat waktu karena ada devisiasi di bawah target 3 persen. Pembangunan pedestrian Suryakencana harus mengutamakan kualitas sehingga harus terus diawasi. 

"Saya ingin memastikan kualitas dan kuantitasnya. Semua keluhan warga harus diakomodir serta pengawasan di lapangan harus maksimal dengan sisa waktu yang ada," ungkap Bima.

Bima memerintahkan camat dan lurah berada di proyek pembangunan pedestrian Suryakencana untuk memastikan kelancaran pembangunan. 

"Camat dan lurah harus berkantor di sana.  Dengan sisa waktu yang ada, harus segera dilakukan penambahan karyawan sampai 50 orang," tegasnya.

Kadis PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, pembangunan pedestrian Suryakencana sudah mencapai 30 persen. Wali Kota Bogor melakukan sidak untuk memastikan progres pengerjaan jalan, drainase, pedestrian dan saluran utilitas maupun pemasangan box calver berjalan baik. 

"Pembangunan mendahulukan drainase, pedestrian, saluran utilitas, pemasangan box calver tinggal sedikit lagi sekitar 15 persen. Begitu selesai box calver dan utilitas sekitar 2 minggu lagi baru pengerjaan jalannya. Secara keseluruhan sudah mencapai 30 persen," bebernya.

Chusnul menekankan, dalam pembangunan pedestrian Suryakencana, yang paling terberat memang pembenahan saluran utilitas. Dirinya optimis pembangunan pedestrian akan tepat waktu karena dari sisi anggaran, yang rencana awal lebar pedestrian selebar 3,5 meter, tapi diubah menjadi 2,6 meter dan akan disesuaikan lagi. 

"Nanti ada pekerjaan tambahan yang belum terhitung, jadi anggaran tetap meski volume pembangunan pedestriannya dikurangi. Sekarang tengah dihitung, jadi belum ada hitungannya," jelasnya.

Chusnul mengatakan, untuk proyek pembangunan pedestrian di tahun 2019 ini di antaranya pedestrian di Jalan Pemuda, Jalan Jalak Harupat, Jalan Sudirman, Jalan Juanda, Suryakencana, dan Jalan MA Salmun, semua pembangunan menggunakan dana APBD Kota Bogor. (Rizki Mauludi)

Loading...