Frets Butuan sang Pembunuh

Frets Butuan sang Pembunuh
(Foto: Bambang Prasethyo)

INILAH, Bandung- Frets Butuan membayar kepercayaan starter dengan gol. Dia jadi pembunuh Arema FC. Persib pun melanjutkan rekor sempurna di empat laga.

Sambil menghadap penonton, Frets Butuan menangkat tangan. Kepada bobotoh, dia mempertontonkan sikap memberi hormat. Setelah itu, dia pun bergabung bersama rekan-rekannya meluapkan kegembiraan.

Pemain muda, baru 23 tahun, itu menjadi pahlawan sukses Persib menghajar Arema FC. Dia menjebol gawang Kurniawan Kartika Ajie ketika laga masuk menit ke-39. Itu gol ketiga Persib. Gol yang membuat Arema tak mungkin bangkit lagi.

Frets belakangan menjadi pemain istimewa bagi Persib. Setelah kalah dari Madura United, Pelatih Robert Rene Alberts, selalu menempatkan Frets sebagai starter. Hasilnya, Persib memenangkan lima dari enam pertandingan terakhir, tanpa pernah kalah. Dia bahkan mewarnainya dengan dua gol. Sebelumnya dia menjebol gawang Persija.

Tetapi, tidak hanya Frets yang jadi pembunuh Arema. Ada pula Kim Jeffrey Kurniawan, pencetak gol kilat saat laga baru jalan enam menit. Ada juga Omid Nazari, gelandang asal Iran yang mencetak gol kedua Persib –gol pertamanya di Liga 1—lewat tendangan geledek mematikan.

“Gol pertama itu yang membuat kami kalah,” kata Pelatih Arema, Milomir Seslija, seusai pertandingan.
Pelatih Persib, Robert Alberts, tentu saja semringah memenangkan laga itu. Dia semakin senang lantaran kemenangan ini disaksikan 26 ribu pendukung fanatiknya yang memadati stadion milik Pemerintah Kabupaten Bandung itu. 

“Saya sangat senang dengan penampilan pemain dan selamat untuk suporter yang datang hari ini. Ini kemenangan yang penting menghadapi tim tangguh seperti Arema,” ungkap Alberts usai pertandingan. 

Pelatih asal Belanda ini tak menyangka timnya bisa memenangkan pertandingan dengan telak. Padahal beberapa pemain yang selama ini menjadi andalan tidak bisa dimainkan. 

“Meskipun tanpa lima pemain inti, kami masih punya kedalaman skuat. Tim juga sudah semakin mengerti bagaimana mereka harus bermain,” tuturnya. 

Alberts menilai babak pertama menjadi penampilan terbaik timnya di laga tersebut. Terbukti tiga gol terjadi di babak pertama. 

“Kami memainkan sepak bola yang menyerang dan juga rapat di pertahanan. Tidak banyak kesempatan yang dimiliki oleh Arema. Padahal Arema adalah tim yang kuat dalam menyerang. Jadi saya rasa patut memberikan apresiasi kepada tim. Sangat bangga dengan apa yang ditunjukan pemain hari ini. Mereka pantas mendapat pujian atas kemenangan fantastis di kandang ini,” pungkasnya.

Sebaliknya, Milomir Seslija mengakui kecewa dengan kekalahan ini. Menurutnya kekalahan ini terjadi akibat gol pertama yang dicetak Kim Kurniawan di menit ke-6. 

Milo mengatakan seharusnya gol itu tidak terjadi jika Persib melakukan bola fair play. Sebab sebelumnya telah terjadi pelanggaran lebih dulu. 

“Gol yang pertama itu ada pelanggaran dan tidak melakukan set play. Gol pertama itu menjadi penyebab (Arema kalah),” ungkap Milo.

Milo boleh berkilah. Milo boleh kesal karena pemain Persib terus memainkan bola. Tapi, bukankah saat itu wasit tak meniup peluit tanda ada pelanggaran?

Setelah gol itu, Milo mengaku pemainnya menjadi kehilangan konsentrasi. Persib kembali menciptakan dua gol tambahan melalui Omid Nazari di menit ke-36 dan Frets Butuan di menit ke-39. 

“Untuk babak kedua, kami cukup mengontrol pertandingan. Tapi yang awal kurang bagus,” tuturnya. 
Selain itu, pelatih asal Bosnia ini juga mengaku kehilangan beberapa pemain membuat permainan Arema FC tak maksimal.

“Ada beberala pemain yang tidak ada di posisi vital. Dedik, Hendro, Hamka, itu vital posisinya. Dan kita juga tidak ada track record bagus ketika bermain di luar,” pungkasnya.

Gol pertama dihasilkan Kim di awal laga berkat kordinasi lini depan yang sangat fantastis. Umpan dari Supardi, diteruskan Erwin Ramdani hingga diterima oleh Kim yang berhasil membuka keunggulan Persib.

Saat yang bersamaan, para pemain Arema melayangkan protes kepada wasit Dwi Susilo. Sebab, saat proses gol Kim, Jayus Hariono tersungkur di tengah lapangan hijau tanpa dihiraukan wasit.

Menjelang pertengahan babak pertama, peluang lebih banyak didapat oleh kubu tuan rumah. Sedangkan upaya Singo Edan untuk mencari celah serangan, sering kali menemui kebuntuan di depan gawang I Made Wirawan.

Menit 36, Omid Nazari melesakkan tendangan keras tak terduga ke gawang Kartika Ajie. Bola membentur mistar atas gawang lalu mendarat dan memantul keluar gawang. Erwin memastikan bola masuk ke gawang Arema. Namun wasit mencatat Nazari sebagai pencetak gol karena bola terlebih dahulu mendarat ke dalam gawang Arema.

Tiga menit kemudian, Nazari kembali berperan dalam proses terciptanya gol. Umpan cantiknya berhasil tersampaikan ke kaki Frets. Tanpa pengawalan pemain Arema, Frets leluasa untuk menjebloskan gol ketiga Maung Bandung.

Di babak kedua, Erwin terpaksa harus meninggalkan lapangan karena mengalami cedera. Posisi Erwin langsung digantikan Ghozali Siregar.

Arema hampir mencetak gol dari kaki Makan Konate di menit ke-85 melalui sepakan bebas. Namun tembakan terukurnya masih mengenai mistar gawang I Made Wirawan.

Persib dengan kemenangan ini, berhasil naik dua strip ke peringkat keenam klasemen Liga 1. Persib kini nyaman di peringkat keenam dengan 40 poin. Mereka hanya tertinggal satu poin dari Arema yang menduduki posisi kelima. (muhammad ginanjar/ing)
 

Loading...