Imbas Pembangunan Kereta Cepat, 11 Rumah di Purwakarta Retak-retak

Imbas Pembangunan Kereta Cepat, 11 Rumah di Purwakarta Retak-retak
Salah satu rumah di Kampung Tegal Nangklak RT 021/008, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, mengalami kerusakan akibat bergesernya tanah. (Asep Mulyana)

INILAH, Purwwakarta – Proyek pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung, kembali menyisakan persoalan bagi masyarakat di Kabupaten Purwakarta. Sedikitnya 11 rumah di Kampung Tegal Nangklak RT 021/008, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, mengalami kerusakan akibat bergesernya tanah.

Pergeseran tanah ditenggarai merupakan imbas dari pembuatan terowongan untuk proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Salah satu rumah yang retak-retak akibat pergeseran tanah ini adalah milik Cucu Mulyati (45).

Cucu menjelaskan, kerusakan rumahnya ini sebenarnya telah terjadi pada pertengahan September lalu. Saat itu, ada pembuatan terowongan untuk kereta cepat yang lokasinya tak jauh dari pemukiman warga ini. Dia mensinyalir, kerusakan ini, disebabkan bergesernya tanah karena getaran dari aktivitas proyek tersebut.

“Dari 11 rumah ini, tiga di antaranya sudah roboh dan nyaris rata dengan tanah,” ujar Cucu kepada wartawan, Rabu (13/11/2019).

Cucu menyeritakan, saat ada sosialisasi proyek kereta cepat, dirinya berharap rumah permanennya ini akan kena gusuran. Mengingat, rumahnya ini tak jauh dari lokasi terowongan untuk kereta yang menghubungkan Jakarta-Bandung tersebut.

Akan tetapi, keinginan Cucu ini tak terealisasi. Sehingga, rumah tersebut tidak menjadi korban gusuran. Karena kondisi itu, Cucu bersama keluarganya tetap menghuni rumah permanennya tersebut.

Namun, pada pertengahan September lalu, terjadi gerakan tanah yang menyebabkan dinding rumahnya retak-retak dan ambrol. Kondisi ini, tak hanya terjadi pada rumahnya saja. Melainkan, ada 10 rumah lainnya juga yang kondisinya sama.

Dengan kondisi ini, dirinya bersama warga lainnya meminta tanggung jawab dari KCIC. Akan tetapi, hingga hari ini tidak ada jawaban apapun dari pihak perusahaan tersebut. Padahal, keinginan warga yang menghuni 11 rumah itusederhana, yakni ingin rumah ini digusur. Supaya, bisa pindah ke lokasi yang lebih aman lagi.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke pihak KCIC. Dari pihak perusahaan itu, baru ada perhatian kepada tiga kepala keluarga (KK). Dengan memberi uang sebesar Rp 1 juta. Itu pun baru bulan sekarang ada uang ganti rugi istilahnya. Tapi, keinginan kami rumah ini kena gusuran saja. Supaya, kami bisa pindah,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian, mengatakan, pada Selasa sore, jajarannya sudah meninjau ke lokasi rumah warga yang rusak tersebut. Bahkan, rumah itu telah dipasangi garis polisi guna melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kerusakan tersebut.

“Kami masih mendalami dan menyelidiki penyebab kerusakan 11 rumah warga ini,” ujar Handreas.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, 11 rumah warga ini memang lokasinya sangat berdekatan dengan proyek KCIC. Bahkan, terowongan kereta cepat itu, posisinya berada di bawah rumah warga itu. Sedangkan, di atasnya rumah-rumah yang rusak itu, adalah akses jalan bagi armada proyek tersebut. (Asep Mulyana)

Loading...