Kantin Unik Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bandung

Kantin Unik Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bandung
Kantin unik Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bandung, Libel Educafetaria. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Libel Educafetaria adalah sebuah kantin di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 15 Bandung yang cukup unik. Mengapa tidak, kantin ini menggunakan koin khusus untuk membeli jajanannya.

Koin ini, seperti penggunaan koin di tempat permainan di mal. Penggunaan koin ini merupakan inovasi teaching factory jurusan tata boga.

Ada tiga tujuan dari kantin ini, pertama, menjaga kehigienisan makanan karena penjual dan siswa tidak harus memegang dan bertransaksi dengan uang yang terpapar banyak bakteri. Kedua, melatih kedisiplinan untuk menukar koin dengan cara mengantre. Hal tersebut merupakan salah satu pendidikan karakter melalui cara yang sederhana.

"Sedangkan yang ketiga, agar unik dan beda dengan sekolah lain karena ini memang ciri khas sekolah kita," ujar Koordinator teaching factory, Emma Muslimah, Selasa (12/11/2019).

Kantin Libel Educafetaria ini mempunyai sembilan stan penjualan, di mana tiap-tiap stan memiliki karakteristik penjualan. Di antaranya jajanan tradisional, makanan Barat (luar negeri), dan makanan cepat saji.

Dari sembilan stan penjualan, dua di antaranya dikelola siswa jurusan tata boga. Sedangkan sisanya, diisi oleh mitra usaha dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang juga juga memandu para siswa dalam proses produksi hingga penjualan.

"Di sekolah hanya diajarkan membuat pastry, tidak belajar membuat makanan Barat. Nah, mereka diterjunkan langsung ke mitra usaha untuk mempelajari hal tersebut," tutur Emma.

Ke depan, ia dan pihak sekolah berencana memasarkan produk siswa tata boga melalui marketplace agar bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat.

"Kemarin baru daftar dan semoga ke depan bisa dikenal oleh masyarakat saat penjualan memakai sistem daring," ucap Emma.

Salah seorang siswa, Andini Dwi Lestari mengaku senang melihat sistem pembayaran di kantin sekolahnya itu. Meski berbeda dari kebanyakan, keunikan tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi siswa yang gemar jajan mi dan batagor ini.

"Kalau bisa, tempatnya lebih gede dan sama lebih banyak yang jualannya," harap siswa kelas XI jurusan perhotelan tersebut. (okky adiana)

Loading...