'Diserbu' Imigran Ilegal, Pemkab Bogor Antisipasi Aksi Terorisme 

'Diserbu' Imigran Ilegal, Pemkab Bogor Antisipasi Aksi Terorisme 

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor bersama kepolisian dan Kantor Imigrasi Bogor mengantisipasi risiko aksi radikalisme maupun terorisme yang diduga dilakukan para imigran ilegal. Apalagi, para imigran ilegal yang datang ke Kabupaten Bogor umumnya berasal dari negara-negara yang dilanda konflik perang antar saudara.

Berdasarkan data yang dihimpun InilahKoran, pada tahun 2016 jumlah imigran ilegal sebanyak 1.666 jiwa dengan 1.337 jiwa merupakan warga Negara Afghanistan, 158 jiwa warga Negara Irak, 104 jiwa warga Negara Pakistan, dan 26 jiwa warga Negara Iran.

Untuk mengawasi kedatangan maupun aktivitas ribuan imigran tersebut, maka tokoh - tokoh masyarakat, aparatur desa dan kecamatan pun dilibatkan oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda).

"Walaupun saat ini penyebaran imigran terfokus di tiga kecamatan yaitu Cisarua, Ciawi dan Megamendung, Pemkab Bogor tetap meminta tokoh masyarakat, aparat desa dan kecamatan ikut mengawasi kedatangan dan kegiatan imigram ilegal di wilayahnya masing - masing," ucap Staf Ahli Bupati Bogor bidang Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan  Rakyat Azhahir kepada wartawan, Rabu (13/11).

Mantan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor ini menerangkan kecurigaan atau kekhawatiran imigran ilegal seorang teroris wajar saja karena pemerintah daerah, kepolisian maupun Kantor Imigrasi tidak tau latar belakangnya.

"Maaf kita tidak tau latar belakang imigran ilegal ini di negaranya seperti apa, apakah disana mereka pernah dibaiat dan pernah terlibat jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) hingga wajar kalau banyak pihak ikut mengawasi," terangnya.

Selain paham radikalisme, Pemkab Bogor juga khawatir latar belakang ajaran agama yang dianut oleh para imigran hingga bisa berpotensi 'mengganggu' ketentraman masyarakat setempat.

"Tak hanya berpengaruh terhadap keamanan dan politik, tetapi juga berpengaruh kepada ketentraman Ummat Islam dalam melaksanakan ajaran agamanya karena ditenggarai banyak imigram ilegal beraliran atau beragama Syi'ah," jelas Azhahir.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor Enday Zarkasih menuturkan para tokoh masyarakat, aparat desa maupun kecamatan sudah diberikan pelatihan agar  kewaspadaan dini masyarakat tumbuh

"Masyarakat, aparatur desa dan aparatur kecamatan kami minta responsif dan siaga apabila ada imigran ilegal, laporkan secara periodik segera ke tim pengawasan orang lain (Timpora) terkait kedatangan dan aktivitas para imigran ilegal," tutur Enday.

Mantan Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bogor ini melanjutkan tiap tahun jumlah imigran ilegal di Bogor selalu bertambah dimana data terakhir menyebutkan jumlah imigran pada tahun 2018 mencapai 1.740 jiwa.

"Keberadaan imigran  ilegal di Bogor ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan terbagi dalam dua golongan yaitu pencari suaka dan pengungsi. Dulu mereka yang datang ke Bogor rencananya hanya transit saja karena mereka mau mencari suaka politik ke Australia. Namun karena ada perubahan hukum internasional dan kebijakan Negara Australia akhirnya mereka tidak bisa ke negara lain atau balik lagi ke negara asal hingga mereka seperti permanen tingga ldi Bogor," lanjutnya. (Reza Zurifwan)

 

Loading...