DPUPR Masih Perjuangkan Pelebaran Jembatan Otista

DPUPR Masih Perjuangkan Pelebaran Jembatan Otista
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Progres pelebaran jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista) masih berjalan. Saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor sedang mengajukan peta bidang ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Bogor. Permasalahan tanah ditargetkan selesai awal tahun 2020 mendatang.

Kepala DPUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, perencanaan sedang berjalan, sampai saat ini sudah tahap role plan menjadi peta bidang ke BPN Kota Bogor.

"Appraisal nanti setelah kami mendapat peta bidang dari BPN Kota Bogor. Insya Allah terkejar," ungkap Chusnul kepada INILAH, Kamis (14/11/2019).

Chusnul mengatakan, tahun depan masih ada lanjutannya sehingga permasalahan tanah akan selesai.

"Ya, kemudian pembebasan. Kemudian kami sosialisasikan kepada warga, lalu kesepakatan harga sesuai appraisal," tambahnya.

Ia menjelaskan, pihaknya berharap pekerjaan fisik dilakukan Pemprov Jawa Barat.

"Lebih aman dan lebih enak kalau tinggal nerima. Kami hasil identifikasi akan diajukan ke BPN. Kebutuhan estimasi Rp40 miliar untuk jembatan Otista," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, pelebaran Jembatan Otista untuk memecah kemacetan akibat bottleneck, perlu mempertimbangkan berbagai aspek.

"Tahun depan kan sudah mulai akan dibangun. Saya berpesan pembangunan Jembatan Otista harus mempetimbangkan rencana program realisasi trem juga, misalnya dari sisi ketahanan beban dan lain sebagainya," harapannya.

Dedie menjelaskan, pembangunan Jembatan Otista mulai dilakukan tahun 2020 mendatang dengan anggaran Rp40 miliar bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Detail Engineering Design (DED) tengah dianggarkan di APBD Perubahan 2019 ini.

"Sebelum pembangunan akan dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Kajian menyeluruh dan mendalam ini penting terhadap aspek teknis, ekonomi, keuangan, lingkungan dan kelembagaan supaya sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan,"pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...