Antara si Jalak Harupat, Pakansari, dan Patriot

Antara si Jalak Harupat, Pakansari, dan Patriot
Ilustrasi/Dok InilahKoran

INILAH, Bandung- Interior ketiga stadion ini sudah berstandar internasional, mulai rumput lapangan sampai tempat duduk penonton. Ketiganya sering menggelar pertandingan level internasional dan bagian dari kisah sukses Indonesia pada Asian Games 2018.

Berbekal catatan itu, ANTARA menyambangi ketiganya dalam kaitannya dengan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021.

Ketiganya adalah Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor, dan Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi.

Walaupun ketiganya belum pasti menjadi bagian dari enam stadion Piala Dunia U-20, imaji sudah terlontar ke masa ketika bakat-bakat kelas dunia didikan akademi-akademi bola termasyur seperti Ajax, Barcelona, Anderlecht, Santos, Sao Paulo, Manchester United, dan Right to Dream di Ghana, berkompetisi di tiga stadion di Jawa Barat itu selama kurang dari sebulan, dua tahun mendatang.

Dalam beberapa pekan ke depan FIFA bakal memutuskan enam dari sepuluh stadion yang diusulkan PSSI menjadi venue turnamen dua tahunan yang telah melahirkan para legenda seperti Diego Maradona, Ronaldhino, dan Lionel Messi itu.

Tujuh stadion lainnya yang dicalonkan sebagai venue turnamen yang diadakan satu tahun sebelum Piala Dunia 2022 di Qatar itu adalah Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Wibawa Mukti di Cikarang, Stadion Mandala Krida di Yogyakarta, Stadion Manahan di Solo, Stadion Jakabaring di Palembang, Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya, dan Stadion I Wayan Dipta di Bali.

Ada banyak hal yang dibanggakan dari ketiga stadion itu, khususnya kemegahannya. Namun masih terlalu dini menyimpulkan ketiganya bisa memenuhi syarat-syarat FIFA untuk sebuah stadion yang menggelar turnamen FIFA yang baru pertama kali diselenggarakan Indonesia.

Jika mengacu kepada panduan "FIFA Stadium Safety and Security Regulations", maka masih ada beberapa hal yang mesti diperhatikan lagi oleh pengelola stadion.

Manual berisi 69 butir panduan mengenai standard sebuah stadion FIFA itu di antaranya memuat rencana cadangan dan rencana darurat saat event digelar, serta zona publik yang juga menyangkut kondisi luar stadion yang harus diperhatikan semua stadion. Patriot dan Si Jalak Harupat, tampaknya harus ekstra memperhatikan ini.

Bersiap

Hamparan rumput lapangan Si Jalak Harupat yang berkapasitas 27.000 tempat duduk ini memang berstandar internasional, dengan tribun-tribun berisi kursi penonton yang tersusun rapi dengan corak menarik.

"Kami juga punya ruangan eksekutif untuk para atlet sebelum mereka bertanding," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Slamet Mulyana, menunjuk koridor layang yang menghubungkan stadion dengan sebuah gedung di seberangnya.

Stadion yang mulai dibangun pada Januari 2003 dan diresmikan 26 April 2005 itu hanya beberapa puluh meter dari ujung jalan tol Soreang-Pasir Koja yang serangkaian dengan jalan tol Cipularang. Tapi cuma itu akses termudahnya karena selain itu hanya jalan kabupaten kecil penghubung Soreang ke Cililin, agak selatan Kabupaten Bandung.

Tempat parkirnya lumayan luas, tetapi tak begitu terawat, sementara rumput di luar stadion dibiarkan tumbuh liar.

Sudah ada kesibukan di bagian selatan markas Persib Bandung itu di mana beberapa kendaraan berat dan selusinan pekerja sibuk menguruk sebidang tanah.

"Kami sedang membuat lapangan latihan karena untuk sebuah turnamen sekelas FIFA sebuah stadion harus memiliki lapangan latihan," kata Slamet Mulyana.

Masyarakat sekitar sana juga umumnya sudah tahu stadion ini menjadi salah satu tempat yang dicalonkan sebagai penyelenggara Piala Dunia U-20.

"Senang sekali kalau ada Piala Dunia di sini tetapi kayaknya belum banyak perubahan," kata Umar (40), pedagang kelontong yang warungnya hanya 50 meter dari kompleks stadion.

Stadion ini menjadi tempat pertandingan-pertandingan Persib digelar, tetapi karena jauh dari pusat keramaian dan bahkan pusat ibu kota Kabupaten Bandung di Soreang, stadion ini tidak seramai stadion-stadion besar lainnya.

"Biasanya pagi atau hari-hari tertentu saja orang ramai datang ke sini, untuk berolahraga," kata Ana Kusuma, wanita paruh baya yang berjualan makanan minuman di depan tempat parkir stadion.

Suasana berbeda terlihat di Stadion Pakansari di Cibinong, Kabupaten Bogor, sekitar 190 km arah barat Stadion Si Jalak Harupat. Selalu ada kegiatan di sini, bahkan event internasional.

Stadion ini mudah dicapai, salah satunya lewat jalan tol Jagorawi yang keluar di pintu tol Sentul, pintu keluar yang sama untuk Sirkuit Sentul yang tersohor itu.

Perjalanan menuju stadion ini lebih mengasyikan karena dilayani oleh jalan lebar nan mulus bersuasana hijau.

Paling siap

Di kiri kanan jalan itu, hijau pepohonan membentengi jalan yang diselingi dengan beberapa restoran dan sejumlah perumahan asri yang menurut beberapa penduduk kian banyak peminat karena tempatnya strategis di antara Jakarta dan Bogor.

Begitu masuk kawasan stadion multievent berkapasitas 30.000 tempat duduk dengan kekuatan penerangan 1.200 lux yang sudah sesuai standar internasional itu, suasana lapang, membebaskan, asri, dan megah, seketika tersaji.

Pintu-pintu stadion tertata relatif rapi, pun dengan tempat parkir. Toilet juga relatif bersih hampir seperti di gedung-gedung perkantoran Jakarta. Pintu loket juga sudah elektronis.

Aura spektakuler kian menguat begitu masuk arena stadion markas PS Tira Persikabo ini. Rasanya atlet yang berkompetisi di sini terpicu tampil kian maksimal lagi karena atmosfernya yang bisa menambah semangat berlaga.

Hotel juga tak terlalu jauh dari stadion. Tinggal pilih, ingin tempat paling dekat di Sentul, atau ingin lebih jauh dan lebih ramai di pusat kota Bogor. Jika tak rela meninggalkan Jakarta, Cibinong hanya 30 menit dari bagian timur Jakarta di mana hotel-hotel berbintang berserakan di sana.

Stadion ini relatif terbebaskan dari kepungan macet. Tempatnya didesain melingkar dengan jalan dua jalur lebar-lebar.

Untuk banyak hal, termasuk merujuk "FIFA Stadium Safety and Security Regulations", Pakansari bisa dibilang salah satu stadion yang paling siap menggelar Piala Dunia U-20.

"Kami sangat optimistis menjadi venue Piala Dunia U-20," kata Kasubag Sarana dan Prasarana Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Pakansari Heri Sobirin.

Lain lagi dengan Stadion Patriot yang berdiri angkuh di jantung kota Bekasi dengan desain unik nan menarik tetapi amat fungsional dan kokoh laksana benteng, serta sudah pasti tak jauh dari tempat menginap, hotel bintang lima sekalipun.

Dimodernisasi sampai bertaraf internasional pada Oktober 2011, stadion ini menghadap jalan protokol besar nan lebar di Jalan Jendral Ahmad Yani yang tak jauh dari pintu tol Jakarta-Cikampek.

Namun sisi kiri dan kanan serta belakangnya dikepung jalan-jalan sempit yang juga akses ke kompleks perumahan warga kota Bekasi.

Sudah pasti bakal dihimpit macet ketika pertandingan-pertandingan besar digelar di sini.

Tapi macet mungkin masih lebih baik dari pada rusuh akibat penonton-penonton beringas yang membuat beberapa pemerintah daerah di Indonesia menjauhkan stadion ke pinggir kota. Rusuh adalah salah satu skenario keadaan yang sangat dihindari betul oleh FIFA.

Tetapi untuk pemerintah daerah yang memiliki dan mengelola stadion, kekurangan-kekurangan semacam itu justru membuat mereka kian bernafsu menjadi bagian dari hajat dunia ini.

Bukan hanya soal gengsi dan citra daerah, tetapi juga insentif ekonomi dan budaya dari sebuah turnamen FIFA. Tak heran mereka tetap antusiastis menyambutnya.

"Setelah mendengar informasi itu, kami langsung mengadakan rapat koordinasi bersama Kepala SKPD dan instansi terkait untuk menyiapkan Stadion Pakansari dalam gelaran Piala Dunia U-20,” kata Bupati Bogor Ade Yasin, enam hari setelah FIFA menyatakan Indonesia tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 24 Oktober 2019.

Dan Pakansari sepertinya menjadi salah satu yang paling siap menggelar Piala Dunia U-20. (Antara)

Loading...