Perang Baru Israel-Palestina Berkobar

Perang Baru Israel-Palestina Berkobar
Ilustrasi/Net

INILAH, Jalur Gaza-- Kekerasan lintas-perbatasan antara Israel dan para militan Palestina di Jalur Gaza terus berlanjut, sehari setelah serangan udara Israel menewaskan komandan Jihad Islam Palestina.

Setelah jeda semalam, tembakan roket ke Israel dilanjutkan dan pesawat Israel pun melakukan serangan balasan.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza menyatakan 26 warga Palestina tewas oleh tembakan Israel pada Rabu (13/11) malam, termasuk tiga anak-anak.

Di Israel, 63 orang dirawat akibat luka dan gejala stres yang diderita. Demikian BBC melaporkan, Kamis (14/11/2019).

Rabu malam, kelompok militan Palestinian Islamic Jihad (PIJ) menawarkan sejumlah syarat untuk gencatan senjata, yang mencakup diakhirinya penargetan pembunuhan militan dan pengunjuk rasa perbatasan Gaza oleh Israel serta langkah-langkah untuk meringankan blokade ke daerah kantung Palestina.

Sejauh ini, Israel belum memberikan pernyataan apapun terkait tawaran gencatan senjata itu.

Setelah jeda selama enam jam, militan PIJ kembali menembakkan roket sekitar pukul 6.30 waktu setempat (11.30 WIB), memicu sirene serangan udara di Israel bagian selatan dan tengah.

Setidaknya 360 roket telah ditembakkan ke arah Israel dari Gaza sejak Selasa (12/11) lalu, kata tentara Israel. Mereka menambahkan bahwa 90% di antaranya berhasil dicegat.

Seorang perempuan tua terluka akibat pecahan kaca setelah sebuah roket menghantam rumahnya di kota Ashkelom di selatan Israel, menurut laporan media Israel. Roket lainnya menghantam sebuah pabrik di kota Sderot.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa mereka telah membom lebih banyak target--kelompok PIJ--di Gaza hari Rabu (13/11/2019) kemarin sebagai balasan, termasuk markas militer di Khan Younis dan sebuah pabrik produksi hulu ledak roket jarak jauh di selatan Gaza.

IDF mengatakan "20 teroris" telah berhasil dibunuh, sebagian besar di antaranya dari kelompok Jihad Islam.

Kementerian Kesehatan di Gaza, yang dikelola oleh militan Hamas, mengatakan bahwa tiga anak menjadi korban dari total 23 orang yang tewas dalam serangan udara Israel kemarin.

PIJ mengatakan bahwa korban tewas termasuk anggota sayap militer mereka, Brigade al-Quds. Khaled Faraj, seorang komandan lapangan, terbunuh dalam serangan udara di Gaza tengah.

Utusan perdamaian Timur Tengah PBB, Nickolay Mladenov, memperingatkan bahwa eskalasi yang berkelanjutan "sangat berbahaya".

"Peluncuran roket dan mortir tanpa pandang bulu terhadap pusat-pusat penduduk benar-benar tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan," katanya. "Tidak ada pembenaran atas serangan terhadap warga sipil."

Dalam sebuah pernyataan, badan amal Save the Children mengatakan pihaknya "sangat prihatin dengan pertempuran yang baru-baru ini meningkat", dan menyerukan gencatan senjata segera.

"Untuk hadi kedua, ratusan ribu anak terkena dampak penutupan sekolah di Gaza dan Israel selatan, di mana para orang tua takut akan dampak pembalasan lebih lanjut. Tim kami di Gaza tidak dapat pergi bekerja dan program kami telah ditangguhkan," kata badan amal itu. [bbc/lat]

Loading...