Minim Ranjang, 150 Pasien IGD Kunjungi RSUD Kota Bandung

Minim Ranjang, 150 Pasien IGD Kunjungi RSUD Kota Bandung
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung terus berusaha mempertahankan dan meningkatkan standar mutu pelayanannya. Namun, Direktur RSUD Kota Bandung Exsenveny Lalopua mengeluhkan minimnya tempat tidur. 

"Setiap hari ada sekitar 150 pasien yang berkunjung ke IGD (Instalasi Gawat Darurat). Tapi, di IGD hanya tersedia 40 tempat tidur. Sedangkan jumlah kunjungan rawat jalan mencapai 400-500 orang per hari dengan berbagai jenis layanan dan poliklinik," kata Veny pada kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (14/11/2019). 

Selain itu, dia menjelaskan angka bed occupancy ratio (BOR) atau pemanfaatan tempat tidur di RSUD Kota Bandung mencapai 94%. Angka ini diakuinya melebihi kondisi ideal.

"Idealnya, rata-rata BOR itu 75-80%. Tapi kami lebih dari itu. Ini menunjukan tingginya animo masyarakat yang dirujuk ke RSUD Kota Bandung. Warga sangat memanfaatkan pelayanan yang ada di RSUD Kota Bandung,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengakui pihaknya terus meningkatkan standar mutu pelayanan diukur. Sejauh ini, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang menjadi acuan untuk pelayanan yang ada di RSUD Kota Bandung. 

"Standar nilai IKM RSUD Kota Bandung yaitu 76. Namun hasilpengukuran terakhir, IKM RSUD Kota Bandung telah mencapai 79,4. Itu diketahui dari aspek mutu kepuasan masyarakat atas layanan yang ada di kami,” jelasnya. 

Guna terus mendongkrak pelayanan prima itu, kini RSUD Kota Bandung memiliki karyawan sejumlah 746 orang. Mereka terdiri dari kelompok tenaga medis, tenaga keperawatan, dan tenaga nonkeperawatan lainnya. (Okky Adiana)

Loading...