Aher Optimis PKS Jadi Raja di Pilkada Serentak 2020

Aher Optimis PKS Jadi Raja di Pilkada Serentak 2020
Anggota Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan. (Rianto Nurdiansyah)

INILAH, Bandung - Anggota Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan optimis partainya merajai pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020. Terlebih di Jabar perolehan suara PKS di pemilu serentak meningkat dari sisi perolehan kursi DPRD Provinsi Jawa Barat.

Diketahui, untuk di Provinsi Jawa Barat sendiri ada sekitar delapan kabupaten/kota yang akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Kita nampaknya punya semangat dengan dukungan masyarakat yang sangat bagus dalam Pemilu 2019 khususnya di Jabar. Kita mendorong kader PKS maju di semua daerah baik nomor 1 atau 2. Saya yakin ini bisa," ujar Ahmad Heryawan, Kamis (14/11/2019).

Aher --sapaan Ahmad Heryawan-- juga memastikan bahwa para calon yang akan maju di pilkada nanti itu berasal dari kader murni PKS. Hal itu dilakukan untuk menjaga fungsi partai politik sebagai kaderisasi kepemimpinan.

"Di luar kader ya boleh-boleh saja, tapi fungsi partai sebagai kaderisasi kepemimpinan berarti tidak ada kan. Supaya parpol memaksimalkan fungsinya yang hakiki salah satunya untuk menghadirkan pemimpin publik di negeri ini," kata dia.

Mantan Gubernur Jabar dua periode ini juga berpesan kepada para kepala daerah yang kini sedang menjabat di setiap daerahnya, untuk berani maju kembali di Pilkada Serentak 2020 ini.

"Bagus kalau maju kembali melanjutkan program yang ada dan yang baru. Wakil silakan maju lagi, bisa maju dengan pasangan yang lama atau maju jadi nomor satu. Harus berani," jelasnya.

Aher semakin optimis, terlebih bila berkaca pada perolehan suara yang semakin meningkat di beberapa daerah. Menurut dia, itu menjadi modal PKS untuk menatap pilkada serentak tahun 2020 ini.

"Saya kira PKS sedang disukai publik, berbagai kalangan, lintas etnis, lintas profesi, dan lintas agama. Di Papua PKS disenangi, di NTT juga seperti itu. Fakta sudah menunjukkan PKS mendapatkan peningkatan signifikan," kata Aher.

Lebih lanjut, Aher menyampaikan, PKS membuka diri kepada parpol manapun untuk bisa berkoalisi di pilkada serentak nanti. Persoalan PKS menjadi partai oposisi di pemerintahan Jokowi hari ini, tidak  akan menutup koalisi PKS dengan partai-partai pendukung pemerintah.

"Sekarang di PKS tidak ada menteri di pemerintahan Jokowi, tapi di daerah ya berkoalisi, bebas bisa dengan Nasdem, Gerindra yang sudah lama akrab atau dengan PDIP. Saya harap terbuka dan punya kesepahaman visi misi, hati, chemistry, antarkader di lapangan," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)

Loading...