Inilah Lokasi Wisata Religi di Purwakarta yang Banyak Dikunjungi Peziarah

Inilah Lokasi Wisata Religi di Purwakarta yang Banyak Dikunjungi Peziarah
Masjid Agung Baing Yusuf, Kabupaten Purwakarta.

INILAH, Purwakarta – Pesona alam Kabupaten Purwakarta ternyata menyimpan segudang keindahan. Mungkin tak banyak yang tahu, jika di kabupaten kecil kedua di Jabar ini banyak tempat eksotis yang bisa dikunjungi, baik itu berwisata alam, kuliner, maupun religi.

Berbicara soal wisata religi, di kabupaten yang dipimpin Anne Ratna Mustika ini, ada beberapa lokasi yang selama ini kerap disesaki pengunjung atau peziarah. Pertama, Makam Syech Baing Yusuf yang lokasinya berada di Jalan Gandanegara.

Keberadaan makam sang tokoh penyebar agama Islam yang memiliki nama asli RH Moch Yusuf itu, lokasinya persis di belakang Masjid Agung Purwakarta atau berdekatan dengan Perkantoran Pemkab. Menurut cerita, RH Moch Yusuf merupakan salah seorang tokoh ulama penyebar agama Islam di era 1800-an.

“Selama ini, Masjid Agung dan Makam Baing Yusuf ini kerap menjadi tujuan wisata religi bagi masyarakat. Tak hanya masyarakat lokal, para peziarah dari luar kabupaten pun banyak. Ramainya itu, biasanya di waktu-waktu tertentu. Tapi, setiap hari juga suka ada saja sih yang datang,” ujar Kabid Pariwisata dan Kebudayaan, Disporaparbud Purwakarta, Irfan Suryana, Kamis (14/11/2019).

Selain Makam Baing Yusuf, menurut Irfan, ada Makam Eyang Pandita yang juga kerap disesaki peziarah. Lokasinya di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, atau tak jauh dari lokasi kawasan Desa Wisata Kampung Tajur.

Di samping itu, sambung dia, ada Makam Dalem Gandasoli yang lokasinya berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan. Kemudian, kawasan Makam Mama Sempur yang terletak di Desa Sempur, Kecamatan Plered.

Mama Sempur atau yang memiliki nama asli KH Tubagus Ahmad Bakri bin KH Tubagus Syeda bin KH Tubagus Arsyad itu adalah salah satu tokoh muslim di Purwakarta yang menyebarkan agama Islam. Beliau saat ini dikenal sebagai Mama Sempur.

Mama Sempur mendapat garis keturunan dari Keraton Banten (Istana Banten), diambil dari garis keturunan KH Tubagus Arsyad dari Keraton Banten.

“Selama ini, keberadaan wisata religi juga menjadi salah satu penyumbang kunjungan wisatawan ke wilayah kami,” pungkas Irfan. (Asep Mulyana)

Loading...