Ini Aksi Nyata Wolftank untuk Konservasi Mangrove

Ini Aksi Nyata Wolftank untuk Konservasi Mangrove
istimewa

INILAH, Jakarta - Grup band Wolftank terjun ke lokasi penanaman mangrove di kawasan Taman Wisata Mangrove, Angke Kapuk, Jakarta Barat. Sebelumnya, band ini telah menggalang dana lewat ajang I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation.

Band yang digawangi oleh Ariyo Wahab (vokalis), Tyo Nugros (Drummer), Noey Jeje (bass) dan Kin Aulia (gitar) yang menjadi duta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) itu ikut menanam empat spesies mangrove yakni Rhyzopora muncronata, R. apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, dan Avicennia di atas guludan yang mampu menampung 50 anakan mangrove di Taman Wisata Mangrove Angke.

"Dulu, saya termasuk orang yang sering menebang mangrove karena dianggap mengganggu saat memancing. Pada saat itu, saya tidak tahu fungsi mangrove. Dan sekarang, setelah tahu lebih jauh tentang mangrove, saya tergerak untuk ikut ambil aksi dalam kampanye ini. Sekarang adalah saatnya untuk give back to nature," kata Kin Aulia, gitaris Wolftank dalam keterangannya, Kamis (14/11/2019).

Rangkaian kegiatan kampanye bertajuk Mangrove Volunteers Day itu pun menjadi upaya untuk menyadarkan masyarakat luas akan pentingnya ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir maupun perkotaan. Sejatinya, setiap individu dapat melakukan perubahan.

Selain diikuti grup band Wolftank kegiatan menanam mangrove yang digelar Yayasan Konservasi Alam Nusantara tersebut diikuti oleh Tony Wenas selaku Dewan Penasihat YKAN, perwakilan dari Hard Rock Caf dan Brava Radio, serta mitra YKAN lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian terakhir dari rangkaian kegiatan kampanye pelestarian mangrove yang juga dilakukan pada 28 Oktober 2019 di Hard Rock Caf, lewat ajang I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation sebagai pertunjukan penggalangan dana.

Dana yang terkumpul dari pertunjukan musik itu memang sejak semula diperuntukkan bagi program konservasi dan restorasi ekosistem mangrove di Jakarta. Setiap pembelian satu buah tiket menandai satu buah bibit mangrove yang kemudian ditanam bersama-sama di Arboretum, Taman Wisata Angke.

Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman mengatakan kampanye itu juga merupakan respons untuk memperbaiki kualitas udara Kota Jakarta, yang dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data dari Airvisual.com masuk dalam kelompok kota-kota dunia dengan kualitas udara terburuk.

Melansir riset dari The Nature Conservancy (TNC) yang dilakukan pada 2016, salah satu solusi untuk menciptakan kota yang sehat adalah dengan memanfaatkan infrastruktur alami. Dalam hal ini, hutan mangrove menjadi salah satu infrastruktur alami dengan kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon hingga lebih dari 1.000 ton per hektare. (iniilah.com)

Loading...