Dorong Minat Baca Lewat Festival Literasi

Dorong Minat Baca Lewat Festival Literasi

INILAH,Bandung,- Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung akan menggelar Festival Literasi. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan minat baca dan menggelorakan gerakan literasi masyarakat, keluarga dan sekolah.

Rencananya kegiatan Festival Literasi tersebut akan digelar 26 November hingga 1 Desember 2019 di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung.

Sekretaris Dispusip Kabupaten Bandung, As As Masitoh mengatakan, festival literasi tersebut nantinya akan melibatkan siswa dari tingkat PAUD, TK, RA, MI, MTS, MA, SD, SMP, SMA serta peguruan tinggi. "Acara nanti bersamaan dengan peresmian Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bandung oleh Bupati Bandung. Perpusda itu untuk belajar sepanjang hayat dengan konsep wisata," kata  As As di Soreang, Jumat (15/11/2019).

Konsep wisata di Perpusda baru tersebut, kata As As, berkaitan dengan program Sabilulungan Wisata Literasi (Satali) yang telah digulirkan sebelumnya. Sehingga, nantinya Perpusda tidak angker dan sepi pengunjung lagi. "Jadi masyarakat tidak apriori. Karena akan ditampilkan dengan terobosan-terobosan baru. Jadi berbagai aktivitas bisa dilakukan di Perpusda baru ini. Kapasitasnya bisa muat sampai 100 orang secara berbarengan," ujarnya.

As As mengatakan, dalam acara tersebut, juga akan diisi dengan talkshow bersama Bunda Literasi Provinsi Jabar, Atalia Praratya, Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina Naser. Selain itu, juga acara bedah buku, lomba story telling antar kader PKK dan antar Bunda Literasi Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bandung.

"Kami juga akan menggelar perpustakaan sahabat anak dengan bentuk lomba mewarnai antar siswa PAUD, RA dan TK sebanyak 300 anak. Dan orangtuanya yang mengantar akan kami arahkan parenting dan sosialiasi bimtek mengenai meminimalisir penggunaan gadget di kalangan anak," katanya.

As As berharap, melalui festival literasi ini bisa lebih meningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Bandung. Karena  sampai saat ini minat baca masih rendah, mengingat logikanya satu jiwa bisa membaca dua buku dalam waktu dua minggu.

"Itu belum bisa dilaksanakan, sehingga acara nanti merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan minat baca. Soalnya sekarang baru 80 persen, karena koleksi pustaka baru 20.324 eksemplar. Idealnya sesuai berbanding lurus jumlah penduduk Kabupaten Bandung 3,7 juta jiwa, harusnya bahan pustaka ada 7,4 juta eksemplar," ujarnya. (rd dani r nugraha).

 

Loading...