DPRD: Bupati Cirebon Harus Punya Tangan Besi Selesaikan TPAS

DPRD: Bupati Cirebon Harus Punya Tangan Besi Selesaikan TPAS
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon M Luthfi

INILAH, Cirebon - Ketua DPRD Kabupaten Cirebon M Luthfi meminta ketegasan Pemkab Cirebon. Ini terkait gagalnya pengadaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) senilai Rp4 miliar di Desa Cigobang Wangi, Kecamatan Pasaleman. Pasalnya, Kabupaten Cirebon saat ini diakuinya berada dalam taraf darurat sampah.

"Pemerintah daerah terutama bupati harus tegaslah. Ini sudah ketiga kalinya ditolak warga. Anggaran pun tidak terserap. Mau kapan lagi kondisi ini terus berulang?" kata Luthfi, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, penolakan warga pada setiap pembabasan untuk lokasi sampah pasti akan terjadi. Namun tidak seharusnya Pemkab menuruti apa yang warga tolak. Dirinya melihat, ada yang salah berkaitan dengan komunikasi dan sosialisasi yang sudah dilakukan. Bagaimanapun, persoalan tidak akan selesai kalau Pemkab selalu mengalah dengan penolakan masyarakat.

"Kalau kita terus menuruti penolakan masyarakat, kapan kita akan punya TPAS. Toh yang rugi masyarakat sendiri. Nanti Pemkab Cirebon yang jadi sasaran ketika ada persoalan. Karena bagaimanapun, sampah saat ini persoalan yang menjadi prioritas kita semua," jelas Luthfi.

Dia menilai, gagalnya pengadaan TPAS tahun ini bukti konkret Pemkab Cirebon tidak serius menangani masalah sampah. Wacana tentang ada pengolahan sampah di setiap desa bukan prioritas utama saat ini. Justru, yang menjadi prioritas sekarang bagaimana merealisasikan TPAS.

"Akan lama ketika membahas bagaimana mengolah sampah disetiap desa. Itu program nanti, ketika kita sudah punya TPAS. Khusus wilayah timur Cirebon, fokusnya bagaimana ada TPAS," tukasnya.

Seperti diketahui, gagalnya Pemkab Cirebon membangun Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Desa Cigobangwangi Kecamatan Pasaleman, menuai banyak sorotan semua pihak. Namun Pemkab Cirebon mengaku tidak akan pernah berhenti berusaha, sampai TPAS di Cirebon Timur bisa terbangun. (Maman Suharman)

Loading...