Operasi Permak Labuan Bajo Wujudkan Bali Baru

Operasi Permak Labuan Bajo Wujudkan Bali Baru
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Labuan Bajo - Pemerintah terus mengembangkan destinasi wisata 'Bali Baru' untuk meningkatkan devisa. Salah satunya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang menjadi kawasan super prioritas wisata.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTT, Lidya Christyana mengatakan, saat ini pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur di kawasan Manggarai Barat khususnya di Labuan Bajo.

Pembangunan infrastruktur seperti akses jalan dan Bandara Komodo, sudah berjalan sejak 2017 hingga saat ini. Tujuannya untuk membuka akses bagi para wisatawan domestik, maupun mancanegara. "Pembangunan jalan akses Bandara Komodo tahun 2017 yang sampai sekarang dilanjutkan itu anggarannya sebesar Rp27 9 miliar," katanya di Labuan Bajo, Jumat (15/11/2019).

Dia menjelaskan, selain itu ada juga preservasi rehabilitasi jalan dari Labuan Bajo menuju Ruteng dengan anggaran Rp9,8 miliar. Hal ini dilakukan karena destinasi wisata tidak hanya seputar pulau Komodo saja melainkan di sekitar wilayah Labuan Bajo. Kawasan Ruteng juga merukan destinasi wisata yang akan dikembangkan, namun memang akses jalannya rawan longsor sehingga perlu dilakukan rehabilitasi.

Lydia menambahkan, selan Bandara Komodo sebagai akses masuk kawasan Labuan Bajo, pemerintah juga akan merevitalisasi dermaga dan pelabuhan yang akan menjadi akses masuk wisatawan.

Rencananya, penerintah juga akan menjadikan Bandara Komodo sebagak Bandara Internasional. Untuk itu, pemerintah akan kembali mengembangkan Bandara Komodo berikut akses jalan menuju dan keluar bandara. Anggaran yang disiapkan untuk itu mencapai Rp46,1 miliar.

Selain itu sejumlah proyek yang akan dikerjakan mendukung pariwisata afalah pembangunan jalan nasional Labuan Bajo-Malwatar dengan anggaran Rp13,4 miliar, jalan Labuan Bajo-Terang-Pelabuhan Bari I sebesar Rp19,5 miliar, san Labuan Bajo-Terang-Pelabuhan Bari II sebesar Rp23,9 miliar. "Reklamasi terminal penumpang alokasi 2019 sebesar Rp14,5 miliar untuk terminal dan fasilitas pelabuhan Rp11,7 miliar," katanya. [inilahcom]

Loading...