Minimal Dua Persen untuk Disabilitas pada Seleksi CPNS Jabar

Minimal Dua Persen untuk Disabilitas pada Seleksi CPNS Jabar
Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Jawa Barat, Tulus Arifin. (Rianto Nurdiansyah)

INILAH, Bandung- Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Jawa Barat, Tulus Arifin mengatakan penyandang disabilitas mendapatkan jatah minimal 2 persen pada seleksi penerimaan Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) di Jabar. Jumlah tersebut untuk menempati di 48 formasi. 

Adapun formasi yang dapat ditempati oleh penyandang disabilitas, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Manusia dan Desa dan Dinas Bina Marga.

"Formasi untuk penyandang disabilitas kan aturannya minimal 2 persen. Ada fasilitas yang akan kita berikan bagi penyandang disabilitas yang melamar ke formasi tersebut. Tapi, penyandang disabilitas yang melamar formasi umum tidak dapat fasilitas khusus," ujar Tulus dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jumat (15/11/2019). 

Nantinya, para peserta seleksi bakal dihadapkan pada tiga tes utama yang menentukan lolos tidaknya menjadi PNS. Ketiga tes tersebut yakni Tes Wawasan Kebanggaan dengan nilai minimum 65, Tes Intelijensi Umum dengan nilai minimum 80, dan Tes Karakteristik Pribadi dengan nilai minimum 126.

Selain itu, dia memastikan, pemerintah tidak memungut pembiayaan apapun kepada masyarkat yang hendak mengikuti seleksi. Karena itu, Tulus mengimbau agar jangan tergiur bilamana ada pihak yang menawarkan jalur instan. 

"Masyarakat harus mengantisipasi modus penipuan tersebut. Jadi, masyarakat harus tetap melihat informasi di situs-situs resmi.Jangan sampai ada misinformasi. Pendaftar juga harus tetap melihat informasi terkini," katanya.

Diketahui, saat ini pendaftar secara keseluruhan di Jabar telah mencapai 48.000 orang. Adapun pendaftar untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yaitu sebanyak 4.535.

"Jadi jangan lupa siapkan empat dokumen yaitu SKCK, ijazah, transkrip nilai, dan KTP. Kalau data itu sudah dikirim atau submit tidak bisa diubah lagi," kata dia. 

Lebih lanjut, selain pas foto resmi, para peserta seleksi pun wajib mengirimkan foto selfie untuk membuktikan foto terbaru dan lebih kekinian. Pihaknya khawatir bilamana hanya mengirinkan pas foto bisa saja itu yang diambil beberapa tahun lalu.

"Proses selesksi ini untuk transparansi sehingga kita ikutsertakan pengiriman foto selfie," ucapnya. 

Dia juga menyinggung terkait masa sanggah. Dengan begitu, peserta yang ingin protes terhadap hasil seleksi diperkenankan untuk mengajukan masa sanggah.

"Masa sanggah itu dapat diajukan oleh pelamar. Ketika masa sanggah diterima oleh panitia, hasilnya akan diumumkan paling lambat selama 7 hari. Ini kita fasilitasi bagi pelamar yang merasa tidak puas atau ditolak," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah) 

Loading...