Bima Pertanyakan Kejelasan TPST Nambo

Bima Pertanyakan Kejelasan TPST Nambo
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Pemkot Bogor mendorong Pemprov Jawa Barat terkait percepatan penyelesaian Tempat Pembuangan Sampah Terpadu ( TPST) Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat melakukan peninjauan ke TPST Nambo, belum lama ini.

Bima Arya menuturkan, pihaknya membutuhkan kepastian terkait penyelesaian TPST Nambo karena ada beberapa skenario atau opsi terkait pengelolaan sampah di Kota Bogor. Dirinya ingin mengetahui progres pembangunan TPST Nambo ini. 

"Kan kami harus menghitung pengelolaan anggaran. Tentu harus sesuai rencana terkait pengelolaan sampah di Kota Bogor," ungkap Bima.

Bima melanjutkan, sesuai perjanjian awal, Pemkot Bogor mempunyai jatah kuota pembuangan sampah ke TPST Nambo 500 ton per hari. Sementara Kabupaten Bogor 600 ton, Tangerang Selatan 500 ton, dan Depok 700 ton. 

"Terkait pembangunan hingga pengelolaan TPSP Nambo sepenuhnya dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Untuk itu, Pemkot perlu mengetahui kejelasan penyelesaian pembuangan sampah akhir di Nambo," tambahnya.

Bima menegaskan, masing-masing wilayah seperti Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota Tangerang Selatan, punya skenario terkait pengelolaan sampah. 

"Pemkot Bogor pun mempuyai opsi perpanjangan TPA Galuga. Kami juga punya opsi untuk kerja sama dengan swasta. Tapi kami harus pastikan dulu ke Pemprov," terangnya.

Bima mengaku, akan menanyakan langsung kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil karena Pemkot Bogor akan menganggarkan Rp12 miliar untuk kompensasi (tipping fee) ke TPSP Nambo tahun depan.

"Saya secepatnya berkomunikasi dengan Kang Emil untuk meminta kejelasan penyelesaian TPSP Nambo. Pak Gubernur kapan? Apabila bisa ada estimasi, bisa selesainya kapan? Bila tidak, ada kemungkinan juga kami mengelola sampah mandiri dengan beberapa kerja sama," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...