IJTI Bogor Raya Resmi Dikukuhkan

IJTI Bogor Raya Resmi Dikukuhkan
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pengurus Ikatan Jurnalistik Televisi (IJTI) Korda Bogor Raya dilantik Ketua Bidang Organisasi IJTI Pusat di gedung aula Suryakancana Korem 061/Suryakencana (SK) Jalan Merdeka No.64 Kota Bogor pada Sabtu (16/11/19) sore.

Dalam kesempatan tersebut hadir dua kepala daerah Bogor Raya yaitu Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Ade Yasin. Acara juga dihadiri Kasi Teritorial Korem 061/Suryakencana Letkol Arm Asep Muspida, serta perwakilan dari Kapolresta Bogor Kota dan Perwakilan dari Kapolres Bogor.

Muskorda IJTI Korda Bogor Raya diikuti 23 anggota di Kota Bogor telah memilih pengurus IJTI Korda Bogor Raya periode 2019-2022 secara aklamasi. Ketua Muhammad Juanda (Trans7), Wakil Ketua Wawan Supriyatna (RTV), Sekretaris Usep Saripudin (TV One), Bendahara Iwan Kurniawan (Indosiar), Wakil Bendahara Ayatullah Khumaini (Jak TV). Bidang Organisasi Wildan (MNC TV), Bidang Hukum Furqon (MNC TV), Bidang Kesejahteraan Abeng, Bidang Kompetensi Niko (Kompas TV), dan Bidang Litbang Dedi Jumhana (Antv).

Ketua Panitia Muskorda IJTI Bogor Raya Usep Saripudin mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan mandat dari pengurus pusat IJTI untuk melaksanakan Muskorda dan telah memenuhi batas minimal ketentuan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) IJTI.

"Ya, pelaksanaan Muskorda IJTI Bogor Raya ini, berdasarkan aturan yang menyatakan di setiap kota dan kabupaten dapat dibentuk kordinatoriat. Dalam Muskorda ini juga dibahas tentang program dan rencana kerja buat pengurus terpilih," ungkap Usep.

Ketua IJTI Bogor Raya M Juanda mengatakan, kedatangan dua kepala daerah dalam pelantikan dan Muskorda IJTI Bogor Raya merupakan penghargaan yang tinggi, sehingga IJTI siap bersinergi dengan Pemkot maupun Pemkab Bogor.

"IJTI juga tengah menyusun program kerja yang nantinya bisa berbuat untuk masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor. Insya Allah dengan adanya IJTI, berita wartawan televisi di Bogor Raya bisa lebih meningkat kualitasnya karena ditargetkan semua anggota mengikuti uji kompetensi tahun ini dan 2020," tuturnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menilai televisi masih menjadi media strategis dan menjadi akses utama informasi bagi masyarakat di Bogor Raya.

"Kelebihan televisi adalah informasi yang disampaikan ke publik didukung dengan gambar sehingga sangat kecil sekali persentase untuk menyampaikan berita bohong," tutur Bima dalam sambutannya.

Menurut Bima Arya, ada beberapa jenis media massa yang diakses masyarakat dengan plus-minus karakternya masing-masing. Media yang paling cepat menyampaikan informasinya adalah media online. Hanya dalam satu sampai dua jam setelah menyampaikan pernyataan, beritanya sudah muncul di media online. Sementara itu, berita di televisi, baru muncul sekitar lima hingga enam jam setelah menyampaikan pernyataan, tapi kelebihan televisi didukung oleh gambar bergerak sehingga lebih meyakinkan publik.

"Karena itu, dalam konteks Bogor Raya, televisi masih menjadi akses utama informasi bagi masyarakat," kata Bima.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin dalam sambutannya mengatakan, pemberitaan di televisi menjadi akses utama bagi masyarakat terutama informasi soal kepadatan lalulintas di Jalur Puncak. Masyarakat dari Jakarta dan sekitarnya yang akan menuju ke Puncak mengakses informasi salah satunya dari pemberitaan televisi. Ade Yasin yang sebelumnya berprofesi sebagai pengacara, juga menyatakan, dirinya sudah mengenal jurnalis, sejak dirinya memulai karir sebagai pengacara pada 1999. Saat itu, dirinya sering bertemu dengan jurnalis televisi yang meliput di kepolisian.

"Sebagai pengacara saya dapat bersinergi dengan jurnalis televisi. Kini setelah menjadi bupati, saya berharap hubungan baik dengan jurnalis dapat terus terjalin," pungkasnya. (RIzki Mauludi)

Loading...