ASN Purwakarta Sudah tak Lagi Pakai Gas Elpiji 3 Kg

ASN Purwakarta Sudah tak Lagi Pakai Gas Elpiji 3 Kg
Foto: Net

INILAH, Purwakarta – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika telah mengeluarkan edaran yang wajib dijalankan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Edaran tersebut berkaitan dengan penggunaan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram.

“Kami sudah menguatkan komitmen dengan seluruh ASN untuk tidak lagi menggunakan gas melon bersubsidi. Artinya, para ASN harus beralih menggunakan gas non subsidi,” ujar Anne kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Anne bersyukur, surat edaran tersebut berjalan cukup efektif. Terbukti, sejak beberapa pekan terakhir sudah banyak dari para abdi negara telah menggunakan gas non-subsidi. Sesuai aturan, gas bersubsidi hanya diperuntukan bagi mereka yang berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta. ASN yang memiliki gaji lebih dari Rp1,5 juta, tidak diperkenankan menggunakan gas bersubsidi.

Anne menegaskan, pihaknya telah menyiapkan sanksi jika masih ada ASN yang ketahuan masih menggunakan gas bersubdisi. Sanksinya tak main-main, berupa pemotongan tunjangan daerah.

“Kami tidak akan main-main. Silahkan masyarakat laporkan jika masih ada ASN di kita yang kedapatan masih menggunakan gas bersubsidi. Kami akan tindak tegas,” ujarnya.

Anne mengajak seluruh pihak supaya lebih proaktif lagi untuk melakukan pengawasan terkait pendistribusian gas elpiji 3 kg ini. Tujuannya supaya barang bersubsidi ini tepat sasaran.

“Gas LPG 3 kg itu khusus warga kategori kurang mampu. Jika ada warga di luar itu yang masih menggunakan, laporkan ke kami,” kata dia.

Sementara itu, Kepada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Purwakarta Karliati Djuanda menambahkan, hingga pekan kemarin sudah ada lebih dari 350 ASN yang telah menukarkan gas subsidi 3 kg ke gas non-subsidi ukuran 5,5 kg.

“Yang terdata sekitar 350 ASN. Karena, sebagian ASN lainnya dari dulu sudah banyak yang menggunakan gas non-subsidi,” ujarnya. (Asep Mulyana)

Loading...