Stok Labu Darah di RSUD Cibabat Aman

Stok Labu Darah di RSUD Cibabat Aman
Foto: Net

INILAH, Cimahi – Stok labu darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, dipastikan mencukupi sampai akhir tahun. Sebab, setiap bulannya produksi darah yang dihasilkan mencapai 970-1.000 kantong darah.

Kepala Instalasi Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Cibabat, dr. Tri Sumartina mengatakan, stok darah yang dihimpun itu cukup untuk memenuhi kebutuhan darah di RSUD Cibabat. Bahkan bisa menyuplai kebutuhan darah di eksternal rumah sakit.

"Total sekitar 970 sampai 1.000-an perbulannya. Kebutuhan darah internal untuk semua kasus itu rata-rata di 700 sampai 800. Kelebihannya kadang kita tawarkan ke rumah sakit sekitar yang perlu darah," katanya saat ditemui di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud, Kota Cimahi, Minggu (17/11/2019).

Menurutnya, stok labuh darah yang dimiliki RSUD Cibabat itu tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara UTD RSUD Cibabat dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), para pendonor dan instansi terkait lainnya seperti Palang Merah Indonesia (PMI). Bahkan, agar stok darah tetap terjaga pihaknya menjalankan jemput bola pelayanan donor darah keliling.

"Memang kita banyak stok darah karena kita ada mobile unit ke luar ke lapangan. Alhamdulillah ada 50 kelompok donor darah yang rutin. Ada yang setahun dua kali donor darah tapi banyak juga yang tiap tiga bulan," ujarnya.

Ketersediaan labuh darah di UTD RSUD Cibabat semakin terjamin sejak dibuatnya inovasi 'Mpok Narkoci'. Inovasi tersebut dibuat sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu yang disebabkan kekurangan darah.

Tina, sapaan Tri Sumartina menjelaskan, inovasi itu berawal dari intruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar ibu hamil mendapat pembinaan di Puskesmas. Sebab Puskemas mengalami kendala, akhirnya dikerjasamakan dengan UTD RSUD Cibabat sehingga terbetuklah 'Mpok Narkoci'.

Dikatakannya, program tersebut sudah berjalan. Para pendonor itu setiap dua bulan sekali ada jadwal khusus untuk donor darah secara berkelanjutan. Pendonornya adalah masyarakat yang dijadikan pendonor tetap oleh ibu hamil. Jadi, ketika ibu hamil itu membutuhkan darah sudah tersedia pendonornya. Ini inovasi dan modifikasi antara program pemerintah untuk menekan angka kematian ibu 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marlia memastikan bahwa semua tranfusi darah yang dikelola Instalasi UTD RSUD Cibabat bebas dari penularan virus HIV. Sebab, proses proses donor darah sudah melalui proses skrining menggunakan reagen untuk mendeteksi virus HIV, Hepatitis B (HBV) dan Hepatitis C (HCV).

"Dipastikan aman. Dari awal udah skrining, jadi betul-betul si darah itu steril," tegas Reri. (Ahmad Sayuti)

Loading...