Aduhai Manisnya Madu Jawa Barat

Aduhai Manisnya Madu Jawa Barat
(Humas Pemprov Jabar)

INILAH, Bandung- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong potensi ekonomi hasil hutan non kayu. Menaman pohon sebagai pakan lebah penghasil madu menjadi salah satu upayanya. 

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jawa Barat Epi Kustiawan mengatakan, dinamika yang terjadi di sektor budidaya madu saat ini yaitu terbatasnya sumber pakan untuk lebah. Tak jarang mereka harus mengangonkan lebah hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur agar mendapatkan  madu yang berkualitas. 

"Ternyata madu tidak hanya nectar tapi butuh polen juga, jadi tidak semua tumbuhan punya nectar dan polen," ujar Epi Kustiawan,  Minggu (17/11/2019).

Untuk tahun ini, pihaknya membangun hutan milik Pemprov Jabar dengan luas 5 hektar di Cikanyere, Cianjur. Proyek ini akan dilanjutkan pada 2020 nanti dengan luas 15 hektar untuk ditanami pohon rambutan juga randu dan kaliandra. 

"Jadi nanti petani tidak usah ngangon lagi ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tapi cukup di Cianjur," ucapnya. 

Epi melanjutkan, dewasa ini lebah maliffera masih menjadi andalan para pembudidaya Jabar lantaran dapat terbang mencari pakan hingga dua kilometer. Namun selain lebah impor tersebut, pihaknya juga akan mengembangkan lebah trigona yang merupakan asli dari Indonesia dan cenderung tidak menyengat walaupun jelajahnya tidak terlalu jauh. 

"Jadi dia nyari makan ke bunga bunga dekat tidak jauh. Karena tidak menyengat bisa dipelihara di rumah rumah asal ada bunga," katanya. 

Epi mengaku, saat ini bibit lebah trigona di Jabar masih kurang. Karena itu, Pemprov melalu Dishut Jabar akan bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk mengembangkan lebah trigona dengan membangun breeding center di Banjar Anyar, Ciamis. 

Beeding Center ini, dia mengatakan, akan diwujudkan pada 2020 nanti. Masyarkat dilibatkan nantinya, untuk meningkatkan potensi ekonomi mereka. 

"Dengan begitu maka tidak akan melakukan penebangan pohon-pohon di wilayahnya, karena lebah-lebah tersebut membutuhkan sumber pakan. Dan lagi, harga madu kan lebih tinggi," paparnya. 

Epi mengatakan, upaya pihaknya mengembangkan lebah trigona ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. salah satunya dari Asosiasi Perlebahan Indonesia yang memberikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil penghargaan.

"Pak gubernur dapat award inspitator perlebahan, yang menerima juga saya di Jogja. Itu kerja nyata yang langsung dikerjakan kepada masyarkat," pungkasnya. (Riantonurdiansyah)

Loading...