Lama Tak Terdengar, Mantan Wabup Bogor Jualan Kopi Gunung Salak

Lama Tak Terdengar, Mantan Wabup Bogor Jualan Kopi Gunung Salak
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Setelah lama tak terdengar, mantan Wakil Bupati Bogor periode 2009 - 2013 Karyawan Faturahman fokus mengembangkan usaha pabrik kopi bermerk Kopi Gunung Salak Bogor Cap Kujang.

Untuk mengembangkan usahanya, wawan panggilan akrabnya melibatkan sang istri Saptariyani untuk menjadi Manager Pemasaran. Saptariyani sendiri pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PDI Perjuangan.

Ditemui wartawan di Bogor Festival Food Traditional, Saptariyani mengatakan sebelum menjalani usaha pabrik kopi berkelas industri kelas menengah, sang suami menjadi bapak asuh bagi para petani kopi.

"Awalnya pak Wawan berperan sebagai bapak asuh kelompok petani kopi dan untuk membantu pemasarannya biji kopi pilihan dari petani kopi pun dikemas dan diberi merk Kopi Gunung Salak Bogor Cap Kujang," kata Saptariyani Minggu, (17/11).

Ibu dua orang anak ini menerangkan harus ada kerjasama banyak pihak  agar para petani kopi Bogor hidup lebih sejahtera lagi karena jumlah pendapatannya yang meningkat.

"Harusnya Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bekerjasama bagaimana produk kelompok tani kopi Kabupaten Bogor bisa go internasional hingga produk kopi banyak di ekspor ke mancanegara," terangnya.

Mengenai kopi terbaik yang dijualnya, Saptariyani menuturkan Kopi Robusta Lanang adalah kopi  yang terbaik karena dipanen saat biji kopinya berwarna merah dan bentuk  bijinya yang bulat.

"Kopi Robusta Lanang merk Kopi Gunung Salak Bogor Cap Kujang adalah pilihan mulai dari bentuk bijinya yang bulat, warnanya yang merah dan ditanam di ketinggian di Gunung Salak. Semakin tinggi pohonnya rasa kopi robusta lanang semakin pekat dan tidak berasa asam," tutur Saptariyani.

Bagi masyarakat pecinta kopi maupun wisatawan yang ingin menikmati Kopi Gunung Salak Bogor Cap Kujang ia menawarkan bisa menikmati di kedai kopinya di Kaki Gunung Salak  tepatnya di Kecamatan Tamansari.

"Silahkan mampir di Kedai Kopi Gunung Salak di Tamansari lokasinya berada di dekat Pura Parahyangan Jagadkarta, kami sengaja memilih lokasi di sana karena ingin membanfu Pemkab Bogor dalam mempromosikan destinasi wisata lainnya selain Kawasan Puncak yang saat ini belum punya solusi terkait permasalahan kemacetan lalu lintasnya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
 

Loading...