RSV Tingkatkan Kapasitas Produksi 100%

RSV Tingkatkan Kapasitas Produksi 100%
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Pada 2020 mendatang, produsen helm RSV bakal mendongkrak kinerja bisnisnya. Setidaknya, produk helm lokal itu akan meningkatkan kapasitas produksi dua kali lipat.

“Tahun depan, kita akan genjot produksi hingga 100% dari yang sekarang. Ini dilakukan untuk memenuhi pangsa pasar helm middle low yang hingga saat ini masih terbuka,” kata Executive Director RSV Helmet Richard Ryan saat peresmian outlet di Jalan Buah Batu 163 Bandung, Sabtu (16/11/2019) lalu.

Dia menuturkan, pihaknya berupaya kerasa menciptakan daya beli pasar middle low yang relatif gemuk. Dengah banderol Rp300-900 ribuan dia menyebutkan produk helmnya relatif cocok untuk pemakaian sehari-hari pengendara motor.

Selain itu, RSV pun diakuinya akan mengembangkan produk apparel lainnya seperti celana, jaker, dan sarung tangan. Pengembangan pasar ini sesuai dengan jargon bisnis yang mengedepankan aspek keselamatan dan fesyen. 

Disinggung mengenai kualitas produk, Richard menyebutkan helm ini mengantongi dua stanadarisasi. Selain sesuai standar nasional Indonesia (SNI), produk helm ini pun mengantongi sertifikasi Departement of Transportation (DOT) AS dan Economic Commision for Europe (ECE).

Terkait distribusi barang, dia menuturkan sebelumnya RSV fokus pada digital marketing. Namun, belakangan pihaknya memutuskan untuk membuka sejumlah toko offline. Strategi ini diakuinya dikarenakan perilaku pasar domestik yang masih relatif membutuhkan sentuhan langsung produk yang akan dibeli.

Sejauh ini, outlet resmi yang dimiliki terhitung sebanyak enam titik. Empat di antaranya berlokasi di Jakarta dan dua gerai ada di Bandung. Tak hanya itum rencananya RSV pun menggarap pasar ekspor. Thailand dan India menjadi dua negara bidikan untuk disinggahi.

“Tahun 2020 juga kita akan kembali membuka toko di Surabaya, Semarang dan Depok. Pembukaan outlet ini pun diharapkan bisa menggenjot pertumbuhan bisnis kita. Soalnya, saat pertama membuat toko offline pada 2017-2018 itu pertumbuhan bisnis kita mencapai 300%,” jelasnya seraya menyebutkan pabrik pembuatan helm berlokasi Tangerang.

Richard menambahkan, pembukaan toko offline itu pun berkaitan dengan layanan aftersales yang diberikan. Pasalnya, bagi pelanggan bisa mendapatkan jasa layanan membersihkan helm dan servis gratis yang tak berbatas waktu ata selamanya. 

“Untuk helm di bawah Rp1 juta yang memberikan layanan aftersales itu baru kita yang memberikan,” imbuhnya. (dnr)

Loading...