Rani Pancarani Beri Pendidikan Bahaya Ponsel atau Gawai bagi Anak

Rani Pancarani Beri Pendidikan Bahaya Ponsel atau Gawai bagi Anak
Penyanyi yang sering membawa lagu lawas dan lagu dalam bahasa Mandarin, Rani Pancarani. (antara)

INILAH, Jakarta - Penyanyi yang sering membawa lagu lawas dan lagu dalam bahasa Mandarin, Rani Pancarani kini punya kesibukan baru, yakni memberikan pendidikan bahaya penggunaan telepon genggam bagi anak.

"Nyanyi masih tetap 'off air' semua, sekarang saya banyak terjun ke edukasi," kata Rani saat ditemui di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Jumat.

Rani dan suaminya berkolaborasi memberikan pendidikan cara mengatasi kecanduan gadget atau gawai dengan trik sulap yang dimiliki oleh sang suami.

Kegiatan edukasi yang dilakukannya keliling ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah di Indonesia memberikan seminar ke orang tua murid tentang bahaya gawai dan cara mengatasi kecanduannya.

Menurut wanita kelahiran Kuningan, Jawa Barat tersebut, penggunaan gawai di Indonesia sekarang sudah memprihatinkan terutama kalangan anak-anak.

Gawai memiliki tingkat radiasi tinggi yang dapat merusak motorik anak-anak. Kerusakan motorik ini membuat anak-anak kecanduan gawai, gampang emosi, labil dan tidak menurut pada orang tua.

"Sekarang kita bahayanya sudah darurat gadget di Indonesia dan ini belum ada pemerhati khususnya," kata Rani.

Rani mengatakan ada teknik-teknik sulap yang diajarkan kepada orang tua murid supaya bisa mengajarkan kepada anaknya untuk mencegah kecanduan gawai.

Anak-anak yang terbiasa gawai, lanjut Rani, motoriknya sudah rusak, mulai dari kepala, tangan sampai ujung kaki sudah teradiasi semua sehingga motorik otaknya jadi terganggu. "Dengan bermain sulap mereka dilatih lagi motoriknya," kata Rani.

Menurut Rani, perlu ada perhatian khusus agar kecanduan gadget di anak-anak Indonesia bisa diatasi.

Dia mendapatkan kabar bahwa ada sekitar 200 anak Indonesia masuk dalam rehabilitasi karena kecanduan gadget.

"Di RRC yang banyak produksi gadget aja mereka tidak kecanduan gadget, kenapa kita yang kecanduan," kata istri dari pesulap Adri Manan ini.

Kecanduan gadget harus bisa di atasi, lanjut Rani, karena produser-produser gim semakin kreatif menciptakan gim yang membuat anak-anak kecanduan dengan gadget.

Bahkan operator kuota menyediakan berbagai paket kuota yang membuat orang semakin kecanduan gadget.

"Tips dari saya harus ada jam penggunaan gadget, maksimal anak itu hanya boleh menggunakan dua jam dalam sehari. karena satu menit kita pegang gadget radiasinya itu luar biasa," kata Rani.

Rani pun mempraktikkan dampak dan pengaruh radiasi pada tubuh manusia. Seseorang diminta untuk merapatkan ibu jari dan telunjuknya seperti sedang menjepit dengan sangat kuat.

Sebelumnya orang tersebut diminta untuk menjauhkan diri dari ponsel atau gawai yang ada di tubuhnya.

Rani lalu mencoba sekuat tenaga membuka jepitan jari tersebut. Alhasil ada yang bisa terlepas ada juga yang tidak. Yang terlepas menandakan motoriknya sudah terganggu.

Setelah itu, orang yang tetap bisa menjepitkan jarinya, diminta untuk memegang ponsel di tangan kirinya. Sambil jari tangan kanan tetap dibuat menjepit.

Hasilnya dengan mudah jepitan jari tersebut terlepas ketika diregangkan oleh Rani. "Itulah pengaruh radiasi gadget pada tubuh manusia," kata Rani.

Saat ini Rani sibuk membantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta mempersiapkan "Pergelaran Pecinan Batavia 2019" yang dilaksanakan pada Sabtu (16/11) di selasar Taman Fatahillah, Kota Tua. (antara)

Loading...