Loh, BPN Kok Bingung Soal Pertek Perizinan?

Loh, BPN Kok Bingung Soal Pertek Perizinan?
Foto: Net

INILAH, Cirebon - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cirebon masih kebingungan menyikapi Peraturan Tekhnis (Pertek) yang mengharuskan perizinan masuk ke mereka. Bahkan Kepala BPN Kabupaten Cirebon Lutfi Zakaria yang awalnya tidak keberatan bertemu media, tiba-tiba mengutus Kasi Hubungan Hukum Pertanahan Dedi Wahyudi.

"Kalau untuk pemberitaan, saya no comment. Ini bukan ranah saya sebetulnya. Yang berkompeten sedang rapat di Bandung," kata Dedi kepada wartawan, Selasa (18/11/2019).

Menurut Dedi, secara garis besar sepertinya, banyak izin perumahan yang Perteknya ditolak BPN karena menyalahi RTRW. Sementara BPN mengacu pada Perda RTRW tahun 2018. Sejak awal, siapapun yang ingin mengajukan perizinan harus konsultasi terlebih dahulu.

"Memang kita akui, banyak pengembang yang sudah mengantongi advice planing dan ada juga yang sudah mengantongi fatwa. Tapi mau bagaimana lagi, aturannya kita yang nentukan sesuai Pertek," ungkapnya.

Ketika didesak, kenapa saat Kepala BPN yang lama proses perizinan masih melibatkan dinas terkait, Dedi enggan berkomentar. Alasannya, itu bukan kewenangan dirinya. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Bupati beserta OPD terkait, disaksikan unsur Muspida untuk menghindari kesalahpahaman antara BPN dan Pemkab Cirebon.

"Kita akan duduk bersama, semoga saja ada solusi. Saya juga bingung Pertek ini seperti apa karena saya hanya diutus Pak Kepala mewakili Kasi yang sedang tugas di Bandung," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pertek BPN di Kabupaten Cirebon tentang semua izin dipermasalahkan. Santer terdengar, ada puluhan izin perumahan terancam gagal. Padahal sudah mengantongi izin lokasi dan fatwa dari OPD terkait dari Pemkab Cirebon. Alhasil kondisi tersebut membuat hampir semua pengusaha proferti yang akan masuk di Kabupaten Cirebon kelimpungan. (Maman Suharman)

Loading...