Ada Seribuan Janda Baru Setiap Tahun di Purwakarta

Ada Seribuan Janda Baru Setiap Tahun di Purwakarta
net

INILAH, Purwakarta - Kasus perceraian yang terjadi di Kabupaten Purwakarta hingga kini ternyata masih cukup tinggi. Bahkan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir angka perceraian ini terus mengalami peningkatan.

Adapun faktor penyebab perceraian mereka itu bervariasi. Di antaranya, akibat masalah ekonomi serta perselisihan. Bahkan, akhir-akhir ini banyak kasus gugat cerai yang dilatarbelakangi masalah pihak ketiga yang hadir melalui media sosial.

Sekretaris Pengadilan Agama (PA) Purwakarta Abdul Ghaffar Muhtadi membenarkan terkait kondisi tersebut. Menurutnya, pasangan yang mengajukan perceraian ini mayoritas merupakan usia produktif. Yakni, di kisaran usia 30-40 tahun.

“Terhitung dari 2016-2019 ini, kasusnya cukup tinggi. Tahun ini saja, ada 1.491 kasus perceraian yang kami tangani,” ujar Abdul kepada wartawan, Senin (18/11/2019).

Dia menjelaskan, dari catatan di PA di 2016 lalu putusan cerai gugat sebanyak 975 perkara dan cerai talak 306 kasus. Dengan kata lain, total perkara yang sudah diputuskan sebanyak 1.281 kasus. Kemudian, di 2017 angkanya naik menjadi 1.408 putusan cerai dengan klasifikasi putusan cerai gugat sebanyak 1.083 perkara dan cerai talak 325 perkara. 

Sementara, ada 2018 angka perceraian kembali naik menjadi 1.576 perkara dan sudah diputus oleh Pengadilan Agama Purwakarta. Klasifikasinya, putusan cerai gugat 1.205 dan cerai talak 371 perkara.

Untuk tahun ini, memang angkanya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Yakni, klasifikasi putusan cerai talak sebanyak 323 perkara dan cerai gugat sebanyak 1.168 perkara. Dengan begitu, hingga Novemver ini sudah ada 1.491 kasus perceraian yang ditangani PA Purwakarta.

“Dari gugatan yang masuk, salah satu penyebab tingginya angka perceraian ini akibat faktor ekonomi dan perselingkuhan,” jelasnya.

Abdul menambahkan, sebenarnya pihaknya telah berupaya untuk meminimalisasi angka perceraian ini. Salah satunya, dengan memediasi kedua belah pihak. Supaya, mereka membatalkan untuk bercerai.

“Bagi hakim, wajib hukumnya untuk mendamaikan pasangan rumah tangga yang mendaftarkan perkara perceraian. Tentu saja, di pengadilan langkah itu sudah ditempuh. Perceraian, merupakan langkah terakhir jika upaya yang dilakukan tidak berhasil. Namun setidaknya pengadilan telah menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (Asep Mulyana)

Loading...