Polisi Periksa Bos Kontraktor Proyek Jalur Ganda KA

Polisi Periksa Bos Kontraktor Proyek Jalur Ganda KA
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cigombong - Sejak dilimpahkan dari Polsek, Sat Reskrim Polres Bogor langsung memeriksa sembilan orang saksi terkait dugaan kelalaian atau kecelakaan kerja proyek jalur ganda KA Bogor-Sukabumi. 

"Untuk sementara, kami sudah memeriksa sembilan orang termasuk pemilik PT Hap Saka Mas berinisial PN untuk dimintai keterangan kronologis maupun penyebab longsornya puing maupun tanah yang menyebabkan dua orang pekerja tewas dan tiga orang pekerja lainnya mengalami luka-luka," ucap Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi kepada wartawan di Mako Polres Bogor Cibinong, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, saat ini status penyelidikan kasus dugaan kecelakaan proyek jalur ganda itu naik menjadi proses penyidikan. Untuk itu, pemeriksaan akan dilakukan secara estafet.

"Pemeriksaan saksi-saksi masih kami langsungkan secara estafet, dalam waktu dekat kami sudah mengirimkan surat panggilan kepasa lima orang saksi lainna dan dalam waktu segera akan kami mintai keterangan," terangnya.

Benny menjelaskan jajarannya akan mengecek apakah standard operating procedure (SOP) atau rencana kerja di proyek strategis nasional ini sudah sesuai atau tidak.

"Pemeriksaan apakah pekerjaan proyek double track KA Bogor-Sukabumi sudah sesuai SOP atau tidak dan kami juga akan memintai pendapat ahli konstruksi apakah ini kecelakaan, kelalaian kerja atau murni bencana alam longsor," jelas Benny.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan double track KA Bogor-Sukabumi David Sujito menjelaskan dirinya masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk melanjutkan proyek pembangunan double track tersebut.

"Semenjak kejadian Sabtu (16/11/2019) kemarin hingga saat ini kami masih menghentikan proyek pembangunan double track KA Bogor-Sukabumi. Kami masih menunggu apakah kejadiaan naas ini ada unsur kelalaian atau murni bencana alam longsor," jelas David.

Dia melanjutkan, jajarannya sudah memperketat SOP proyek yang bernilai miliaran rupiah namun bencana atau kecelakaan longsor kembali terjadi bahkan korban meninggal dunia lebih banyak dari peristiwa Jumat (11/1/2019) silam. Dulu, korban meninggal dunia itu satu orang sedangkan kemarin dua orang meninggal dunia.

"Kami berkali-kali sudah mengingatkan kepada enam penyedia jasa termasuk PT Hap Saka Mas agar proyek pembangunan double track KA Bogor-Sukabumi ini harus sesuai SOP," lanjutnya. (Reza Zurifwan)

Loading...