Menata Diri Demi Gapai Ilmu Manfaat dan Barokah

Menata Diri Demi Gapai Ilmu Manfaat dan Barokah
Ilustrasi/Net

BARU saja pulang dari memberikan kajian di Majelis Bina Qalbu LPI Sabilillah Malang yang terkenal baik dan profesional itu. Tema kajiannya adalah tentang Etika Mencari Ilmu dalam Perspektif Islam.

Saya senang bertemu dengan para dari dan para ustadz serta beberapa akademisi dari UM (buan saingan MU) yang juga ikut kajian. Ada Prof. Ghofur yang santun tu dan ada pula Pak Taufik dan Pak Hendra yang cerdas penuh khidmat itu.

Etika pertama yang harus dimiliki adalah dalam hubungannya dengan guru. Mulailah dengan mencari guru yang dekat kepada Allah. Kalau kita baca sejarah, orang-orang alim masa lalu adalah orang-orang yang tumbuh dari didikan orang-orang shalih. Shalih ini adalah urusan hati, kualias agama. Ada keberkahan melalui jalur orang-orang shalih itu. Hadits dari Ibnu Sirin menyatakan: "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Perhatikanlah dati siapa kalian mengambil pelajaran agama ini."

Masih dalam hubungannya degan etika dengan guru, hormatilah guru dan jangan sakiti hatinya. Menyenangkan hati guru adalah bagian dari cara kita menggapai derajat kebahagiaan dan kesuksesan. Bacalah sejarah tentang bagaimana hidmah para santri jaman dahulupada guru-gurunya. Pelajari dan tirulah. Itulah salah satu cara sukses dan bahagia.

Etika kedua adalah etika dengan diri sendiri sebagai murid, yakni dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan. Ilmu adalah cahaya, kemaksiatan adalah kegelapan.jauihi maksiat, maka cahaya ilmu akan menerangi jalan hidup. Bersama dengan ilmu, ada ibadah dan ketaatan yang menjadi cahaya. Lakukanlah secara bersama dan seksama, maka cahaya kehidupan akan semakin terang benderang.

Yang terakhir adalah etika seorang pencari ilmu dengan ilmu itu sendiri. Muliakan ilmu yang anda cari, maka ilmu itu akan mudah datang kepadamu. Saat kita tak perhatian kepada ilmu aau bahkan meremehkannya, jangan salahkan kalau ilmu itu pergi dari kiai dengan membawa pergi juga cahaya dan keberkahannya. Sudahkah kita menganggap penting ilmu agama? Ataukah kita mementigkan hal lain dalam kehidupan? Jawabannya ada pada kita masing-masing. Salam, AIM. [Inilahcom]

 

Loading...