Perusahaan Wajib Proaktif Jaga Sungai Citarum

Perusahaan Wajib Proaktif Jaga Sungai Citarum
Foto: INILAH/Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Kondisi Citarum masih memprihatinkan. Bahkan sungai terbesar di Jabar itu telah disebut sebagai sungai terkotor di dunia. Limbah industri dan rumah tangga penyumbangnya.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, aliran Sungai Citarum yang melintasi wilayahnya terbentang sepanjang 43 kilometer. Aliran sungai yang menjadi tulang punggung pengairan di Jawa Barat dan DKI Jakarta ini merupakan aset bersama, sehingga menjaga kelestariannya pun harus dilakukan bersama.

“Semua pihak harus terlibat untuk merawat dan menjaga Sungai Citarum. Kami juga mengajak seluruh perusahaan di bantaran sungai untuk terlibat menjaga kelestarian sungai ini,” ujar Anne kepada INILAH, Selasa (19/11/2019).

Anne tak menampik banyak perusahaan di bantaran sungai masih melakukan pencemaran. Misalnya membuang limbah langsung ke sungai atau tak ikut merawat aliran sungai. Namun tak sedikit perusahaan yang berkomitmen melestarikan Sungai Citrarum, seperti yang dilakukan PT South Pacific Viscose (SPV) di Desa Cilangkap.

Anne turut menyaksikan perusahaan penghasil serat rayon itu turut andil menciptakan Citarum bersih. Perusahaan asal Austria ini melalukan pengerukan sedimentasi di aliran sungai.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen PT PSV untuk turut menjaga kelestarian Sungai Citarum. Menurut kami, jangan hanya PT SPV, seluruh perusahaan di bantaran sungai harus melakukan hal sama. Sungai ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Anne menjelaskan, merujuk laporan dari dinas terkait, di wilayahnya ada 7 perusahaan yang berdekatan langsung dengan Sungai Citaraum maupun Anak Sungai Citarum. Dari jumlah tersebut, satu perusahaan terindikasi masih melakukan pencemaran.

“Kami bersama jajaran TNI/Polri sudah memperingatkan perusahan tersebut. Kami tunggu itikad baiknya. Kalau masih bandel, kami minta pihak berwenang menindaknya. Kami tegaskan, tidak ada ampun bagi perusahaan yang terbukti mencemari Sungai Citarum,” tambah dia.

Head of Corporate Affairs PT South Pacific Viscose Widi Nugroho Sahib mengatakan, penyelesaian pengerukan sedimentasi pada tepi Sungai Citarum yang Kampung Sawah, Desa Cilangkap, merupakan upaya SPV untuk revitalisasi dan pencegahan pencemaran lingkungan serta menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan.

“Kami telah berkomitmen untuk turut proaktif dan inovatif dalam mengimplementasikan dukungan swasta dan masyarakat pada program Citarum Harum yang digagas pemerintah pusat,” jelas dia.

Dia menambahkan, pengerukan sedimnetasi ini, merujuk pada izin Kementerian PU nomor  517 / KPTS / M / 2019. Adapun pengerukan dilakukan di aliran sungai sepanjang 1.912 meter. Tak hanya mengeruk sungai, perusahaan turut melakukan penghijauan dengan menanam 1.000 pohon. Jenis pohon yang ditaman bervariasi. PT SPV juga membuat dua lokasi Ruang Publik Terbuka Hijau (RPTH) yaitu Taman Cikarikil dan Dermaga Bandar Citarum Lestari (BCL) yang terbuka untuk umum. (Asep Mulyana)

Loading...