Kades di Purwakarta Dibui Gegara Uang Sewa Lahan Kereta Cepat

Kades di Purwakarta Dibui Gegara Uang Sewa Lahan Kereta Cepat
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Mantan Kepala Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Mantan kades yang diketahu bernama Adhi Prasetyo ini terbukti melakukan tindak pidana korupsi anggaran desa.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius menuturkan, terungkapnya dugaan tindak pidana korupsi ini setelah jajarannya menerima laporan dari masyarakat. Saat itu, pria yang menjabat sebagai kades di desa tersebut periode 2013-2019 ini diduga telah menyelewengkan anggaran desa.

“Dari laporan itu, pelaku telah menyewakan tanah milik desa ke PT Wijaya Karya (Wika) untuk kepentingan proyek kereta cepat Indonesia-Cina. Tanah yang disewakannya, ada dua bidang. Pertama, seluas 4.440 meter persegi di Kampung Anjun. Kedua, seluas 3.371 meter persegi di Kampung Cidadapan,” kata Matrius kepada wartawan, Selasa (19/11).

Dia menyebutkan, dari dua bidang tanah milik desa itu pelaku mendapatkan uang sewa senilai Rp715 juta. PT Wika menyetor uang secara transfer sesuai keinginan pelaku ke dua nomor rekening. Yakni, ke nomor rekening desa senilai Rp300 juta. Sisanya, Rp415 juta ke rekening pribadinya.

Diketahui, uang tersebut ternyata dipakai pelaku untuk kepentingan pribadi. Salah satunya, umrah ke tanah suci membawa istri dan dua anak buahnya di pemerintahan desa.

Selain itu, uang tersebut juga digunakan untuk membangun rumahnya. Serta, membeli furnitur dan sejumlah lukisan. Saat ini, lanjut Matrius, uang ratusan juta itu hanya tersisa sekitar Rp16 juta. Selebihnya, habis digunakan untuk kepentingan pelaku.

“Pelaku sudah kami tetapkan tersangka. Saat ini, sudah kami tahan,” tegasnya.

Dalam kasus ini, pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU No 31/1999 Jo UU No 20/2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman, empat sampai 20 tahun penjara.

“Dalam kasus ini, tersangka utamanya yakni mantan kades tersebut. Namun, tak menutup kemungkinan dalam perkembangan kasusnya, ada calon tersangka lainnya,” kata dia.

Sedangkan, Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian menambahkan untuk barang bukti yang disita dari pelaku yakni surat perjanjian kontrak dengan PT Wika dan dua buku tabungan. Plus, sisa uang yang dikembalikan pelaku senilai Rp16 juta.

“Sudah sepekan, pelaku kita tahan. Kasusnya akan segera P21,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku mengaku dirinya tergiur menggunakan uang hasil sewa tanah milik desa untuk pergi ibadah umrah. Selain itu, uang tersebut semula akan digunakan sebagai bekal setelah dirinya pensiun dari jabatan kades.

“Saya menyewakan tanah desa itu, antara Maret-Juli 2019 kemarin, sebelum selesai masa jabatan kades,” ujarnya singkat. (Asep Mulyana)

Loading...