Dorong Agrobisnis, Kementan Bidik Milenial Kampus

Dorong Agrobisnis, Kementan Bidik Milenial Kampus

INILAH, Depok - Data Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap bahwa Indonesia kehilangan rumah tangga petani sekitar 2% per tahun. Mereka berimigrasi ke sektor non pertanian.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri dalam sebuah acara talkshow yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Auditorium Soeria Atmadja Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (19/11/2019)

Kata Kuntoro, jumlah petani yang memilih hijrah ke pekerjaan di sektor lain, lebih banyak ketimbang anak muda yang memilih untuk menekuni pertanian.

"Kalau terus dibiarkan, maka target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 bisa jadi hanya khayalan. Satu-satunya jalan mengatasi hal ini dengan mengajak kaum milenial turut aktif di sektor pertanian," kata Kuntoro.

Kata dia, melalui talkshow bertajuk Peluang Bisnis Generasi Milenial di Sektor Agrobisnis ini, diharapkan mampu memikat kalangan milenial untuk menggarap agrobisnis. Di mana, potensi industri pertanian di masa depan, cukup menjanjikan.

Pada 2035, kata dia, sebanyak 34% penduduk Indonesia adalah generasi milenial yang identik dengan generasi digital. "Mereka dapat aktif berperan mempertahankan industri pertanian dengan memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang dikombinasikan dengan teknologi yang berkembang saat ini," ungkap Kuntoro.

Kegiatan talkshow dalam rangka sosialisasi agrobisnis terhadap kaum milenial kampus ini, dihadiri sedikitnya 250 mahasiswa FEB-UI. Selain Kuntror, narasumber lainnya adalah Dosen Ilmu Administrasi Lingkungan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, Teguh Kurniawan; dan Founder & CEO Tanijoy, Nanda Putra. [tar]

Loading...