Awas! Jalani Adat dengan Niat Ibadah Syariat

Awas! Jalani Adat dengan Niat Ibadah Syariat
ilustrasi

BIDAH secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. (Lihat Al-Mujam Al-Wasith, 1:91). Definisi secara bahasa ini dapat dilihat pada perkataan Umar, "Sebaik-baik bidah adalah ini." (HR. Bukhari, no. 2010)

Bidah secara istilah syari yang paling bagus adalah definisi yang dikemukakan oleh Al-Imam Asy-Syathibi dalam kitabnya Al-Itishom. Beliau mengatakan bahwa bidah adalah, "Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syariat (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Taala."

Definisi di atas adalah untuk definisi bidah yang khusus ibadah dan tidak termasuk di dalamnya adat (tradisi). Adapun yang memasukkan adat (tradisi) dalam makna bidah, mereka mendefinisikan bahwa bidah adalah,

"Suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) dan menyerupai syariat (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika melakukan (adat tersebut) adalah sebagaimana niat ketika menjalani syariat (yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah)." (Lihat Al-Itisham, 1:50-51)

Definisi yang tidak kalah bagusnya adalah dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan, "Bidah adalah itiqod (keyakinan) dan ibadah yang menyelishi Al Kitab dan As Sunnah atau ijma (kesepakatan) salaf." (Majmuah Al-Fatawa, 18: 346)

[baca lanjutan]

Loading...